Jurnalis Peraih Pulitzer Tewas, Taliban Menyangkal Bertanggung Jawab
Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Siddiqui (38) menulis dalam profil di situs Reuters bahwa dia suka meliput isu-isu yang mempengaruhi orang-orang yang terjebak dalam konflik yang berbeda.
“Sementara saya menikmati meliput berita – dari bisnis hingga politik hingga olahraga – apa yang paling saya nikmati adalah menangkap wajah manusia dari sebuah berita terbaru,” tambahnya.
Ahmad Masood, Editor Asia untuk Reuters Pictures, menggambarkan Siddiqui sebagai sosok terbaik dari yang terbaik, sebagai pribadi dan profesional.
Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan belasungkawa.
"Kematian Siddiqui adalah kehilangan yang luar biasa, tidak hanya bagi Reuters dan rekan-rekan medianya, tetapi juga bagi seluruh dunia," kata wakil juru bicara Jalina Porter.
"Dia adalah mata kami," kata mantan profesor Farhat Basir Khan, dari Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi.
"Dia memberikan suara dan hak pilihan kepada ribuan orang yang penderitaannya mungkin telah hilang. Jika sebuah gambar bernilai ribuan kata, dia bernilai jutaan," tukasnya.
Baca juga: Taliban Bersedia Gencatan Senjata Asalkan Afghanistan Bebaskan 7.000 Tahanan
“Sementara saya menikmati meliput berita – dari bisnis hingga politik hingga olahraga – apa yang paling saya nikmati adalah menangkap wajah manusia dari sebuah berita terbaru,” tambahnya.
Ahmad Masood, Editor Asia untuk Reuters Pictures, menggambarkan Siddiqui sebagai sosok terbaik dari yang terbaik, sebagai pribadi dan profesional.
Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan belasungkawa.
"Kematian Siddiqui adalah kehilangan yang luar biasa, tidak hanya bagi Reuters dan rekan-rekan medianya, tetapi juga bagi seluruh dunia," kata wakil juru bicara Jalina Porter.
"Dia adalah mata kami," kata mantan profesor Farhat Basir Khan, dari Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi.
"Dia memberikan suara dan hak pilihan kepada ribuan orang yang penderitaannya mungkin telah hilang. Jika sebuah gambar bernilai ribuan kata, dia bernilai jutaan," tukasnya.
Baca juga: Taliban Bersedia Gencatan Senjata Asalkan Afghanistan Bebaskan 7.000 Tahanan
(ian)
Lihat Juga :