Jurnalis Peraih Pulitzer Tewas, Taliban Menyangkal Bertanggung Jawab

Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:07 WIB
loading...
A A A
"Kami menyesal bahwa jurnalis memasuki zona perang tanpa (memberi tahu) kami," sambungnya.

"Setiap jurnalis yang memasuki zona perang harus memberi tahu kami. Kami akan merawat individu itu dengan baik," ujarnya.

Siddiqui bergabung dengan pasukan khusus Afghanistan ketika mereka berusaha untuk merebut kembali pasar utama di Spin Boldak, yang jatuh ke tangan Taliban pada hari Rabu.

Sebelumnya, pada hari Jumat, ia telah memberi tahu Reuters bahwa dia terluka di lengan oleh pecahan peluru tetapi telah pulih setelah mendapatkan perawatan. Reuters mengatakan mereka segera mencari informasi lebih lanjut tentang kematiannya.

Dalam laporan terakhirnya untuk Reuters, yang diterbitkan awal pekan ini, dia mendokumentasikan bagaimana pasukan komando Afghanistan diserang oleh Taliban ketika mencoba menyelamatkan seorang polisi terluka yang terperangkap di pinggiran Kandahar. Taliban telah merebut sebagian besar wilayah di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO menyelesaikan penarikan mereka dari negara itu.

Baca juga: Selamatkan Polisi, Pasukan Komando Afghanistan Kocar-kacir Diserang Taliban

Siddiqui memenangkan Hadiah Pulitzer 2018 sebagai bagian dari tim yang meliput penerbangan pengungsi Rohingya dari Myanmar. Dia juga dikenal karena liputannya di negara asalnya di India, yang terbaru tentang dampak buruk COVID-19 dan protes nasional terhadap undang-undang pertanian baru.

Sebuah montase dari karya terbaiknya yang disusun oleh Reuters termasuk foto-foto pegulat tradisional India yang berlumuran lumpur, pendeta Hindu berdoa di sebuah gua di atas Sungai Gangga dan seorang pria berbalut kain yang menyuapi kapas ke mesin tua dengan tangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved