China Tinjau Proposal Misi Baru WHO Selidiki Asal-usul COVID-19
Jum'at, 16 Juli 2021 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pernyataan Tedros, proposal baru WHO mencakup lima bidang penyelidikan lebih lanjut dan membiarkan pintu terbuka untuk penelitian baik di China maupun di tempat lain – seperti yang direkomendasikan dalam laporan fase satu. Ini mencakup penelitian tentang: manusia, hewan dan lingkungan yang terlibat dalam pertanian dan perdagangan satwa liar; pasar hewan di dan sekitar Wuhan; daerah dengan tanda-tanda awal peredaran virus atau di mana virus terkait telah ditemukan pada hewan; dan penelusuran dan analisis genetik tambahan.
Proposal tersebut juga menyerukan audit laboratorium dan lembaga penelitian terkait yang beroperasi di area kasus manusia awal yang diidentifikasi pada Desember 2019.
WHO mengatakan telah membagikan proposalnya untuk studi fase dua dengan negara-negara anggota awal pekan ini.
Tekanan bagi WHO untuk melanjutkan penyelidikan asal-usulnya telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan para pemimpin Kelompok Tujuh, antara lain, menyerukan pekerjaan untuk terus berlanjut setelah kesimpulan kontroversial dari misi fase satu pada bulan Februari.
Tujuh belas ilmuwan internasional mengambil bagian dalam misi lapangan empat minggu ke kota Wuhan di China, tempat virus itu pertama kali diidentifikasi. Temuan mereka, berdasarkan tinjauan penelitian dari para ilmuwan China, telah dikritik oleh sejumlah negara termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang dan Korea Selatan (Korsel), atas kekhawatiran tentang transparansi data.
Baca juga: Lab Nasional AS: COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan Masuk Akal
Proposal tersebut juga menyerukan audit laboratorium dan lembaga penelitian terkait yang beroperasi di area kasus manusia awal yang diidentifikasi pada Desember 2019.
WHO mengatakan telah membagikan proposalnya untuk studi fase dua dengan negara-negara anggota awal pekan ini.
Tekanan bagi WHO untuk melanjutkan penyelidikan asal-usulnya telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan para pemimpin Kelompok Tujuh, antara lain, menyerukan pekerjaan untuk terus berlanjut setelah kesimpulan kontroversial dari misi fase satu pada bulan Februari.
Tujuh belas ilmuwan internasional mengambil bagian dalam misi lapangan empat minggu ke kota Wuhan di China, tempat virus itu pertama kali diidentifikasi. Temuan mereka, berdasarkan tinjauan penelitian dari para ilmuwan China, telah dikritik oleh sejumlah negara termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang dan Korea Selatan (Korsel), atas kekhawatiran tentang transparansi data.
Baca juga: Lab Nasional AS: COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan Masuk Akal
Lihat Juga :