AS Didesak Membom Negara Komunis Kuba

Jum'at, 16 Juli 2021 - 13:32 WIB
loading...
A A A
Noriega merupakan sekutu AS yang kehilangan status favoritnya setelah terungkap bahwa dia juga telah memberikan data intelijen ke negara lain, termasuk Kuba, yang bertentangan dengan Washington.

Suarez berpendapat Panama telah menikmati demokrasi damai selama puluhan tahun sejak tersingkirnya Noriega. Namun, secara internasional, Panama memiliki reputasi yang dipertanyakan sebagai surga pajak bagi orang kaya, sebagaimana terungkap dalam paparan Panama Papers tahun 2018.

Baca juga: Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS

Tapi itu bukan hanya Panama, Suarez menjelaskan dalam wawancara Fox News secara terpisah pada hari Selasa—bahwa kedua partai politik AS bisa berada di balik serangan udara terhadap Kuba.

"Sama seperti pemerintahan Bush dari Partai Republik menyingkirkan Noriega, Anda memiliki intervensi oleh presiden Demokrat yang menyingkirkan Osama bin Laden di Pakistan. Dan Presiden Clinton di Kosovo melakukan intervensi dalam masalah kemanusiaan dengan serangan udara. Jadi ada banyak, banyak peluang dalam sejarah," paparnya.

Komentar wali kota itu kemudian dipotong oleh pembawa ancara Fox News; Maria McCallum, yang tidak percaya, yang bertanya apakah dia benar-benar menyarankan serangan udara di Kuba. Suarez tidak memanfaatkan kesempatan untuk mundur, mengatakan kepadanya bahwa intervensi militer harus dilakukan.

"Pilihan itu adalah salah satu yang harus dieksplorasi dan tidak dapat dibuang sebagai salah satu yang tidak ada di atas meja," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Iran Nyatakan Selat...
Iran Nyatakan Selat Hormuz Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Syarat Teheran
Ganas! Iran Gempur Markas...
Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli
Rekomendasi
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Berita Terkini
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved