Rusia Uji 320 Jenis Senjata di Suriah, Rahasia Bisnis Senjatanya Laris Manis

Jum'at, 16 Juli 2021 - 05:01 WIB
loading...
Rusia Uji 320 Jenis...
Helikopter serbu Mi-28NM Night Hunter buatan Rusia, salah satu senjata yang diuji di medan perang Suriah. Foto/defenseworld
A A A
MOSKOW - Militer Rusia menguji lebih dari 320 jenis senjata selama operasi mereka di Suriah . Pengakuan itu diungkapkan sendiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu, dilansir Kantor Berita Rusia (TASS).

"Kami memeriksa lebih dari 320 jenis senjata yang berbeda, termasuk, omong-omong, helikopter Anda," ungkap Shoigu pada bertemu karyawan perusahaan helikopter Rusia, Rostvertol.

“Helikopter itu disempurnakan setelah operasi, setidaknya, dalam hal senjata," papar dia.

Baca juga: Rusia Peringatkan Inggris: Berlayar Dekat Crimea Lagi, Pelaut Anda Akan Terluka

Dia menambahkan, "Salah satu helikopter yang kita lihat hari ini adalah hasil operasi Suriah. Sekarang kami memiliki senjata seperti itu, berkat operasi di Suriah."

Baca juga: Jet Tempur Moskow Cegat dan Kawal Tiga Bomber AS Dekat Perbatasan Rusia

Penjualan senjata adalah bagian penting dari aksi agresif Moskow meningkatkan pengaruh geopolitiknya dari Timur Tengah hingga Afrika.

Baca juga: Rusia Bersiap Pamerkan 'Jet Tempur Siluman F-35' Versinya Sendiri

"Kita keluar dengan tahun yang sangat sukses," ungkap Dmitry Shugayev, yang mengepalai Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis-Militer Rusia, pada saluran berita Rossiya 24.

Dia menambahkan bahwa tahun 2020 "istimewa" karena pandemi.

“Pada 2019 dan 2018, Rusia menerima pesanan senjata masing-masing senilai USD51,1 miliar dan USD55 miliar dari negara-negara Timur Tengah,” papar Kepala Eksekutif raksasa senjata Rusia, Rostec, Sergei Chemezov.

Timur Tengah telah menjadi pasar utama untuk penjualan senjata dalam dekade terakhir.

Impor senjata oleh negara-negara Timur Tengah meningkat 102% antara 2011-2015 dan 2017-2019, menurut data baru tentang transfer senjata yang diterbitkan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Pada Juni, media Rusia mengklaim Irak tertarik membeli sistem pertahanan rudal S-400 dan sistem pertahanan udara S-300 serta jet tempur Sukhoi Su-57 dari Rusia.

Pada 2019, Rusia dan Mesir menandatangani kesepakatan senjata senilai USD2 miliar. Ini melibatkan pembelian lebih dari 20 jet tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++ (Flanker-E).

“Terlepas dari peningkatan pembelian senjata dari Rusia, negara-negara Timur Tengah hanya mengimpor sepuluh persen senjata mereka dari Rusia, sementara 54% berasal dari AS dan lebih baik lagi dari Prancis,” ungkap laporan SIPRI.

Intervensi Moskow di Suriah membuat konflik tersebut menguntungkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Perdana menteri Suriah mengatakan pasukannya, sebelum intervensi militer Moskow, telah menghadapi "situasi berbahaya" dengan oposisi bersenjata yang secara langsung didanai dan dilengkapi oleh Amerika Serikat dan kekuatan Barat lainnya, bersama Arab Saudi dan Qatar yang telah merebut kota-kota besar dan kecil di Suriah.

Dukungan Rusia terhadap Assad membalik situasi itu sehingga perang di Suriah kini dimenangkan oleh rezim Assad.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Berita Terkini
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved