25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kamis, 15 Juli 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Protes sejak itu berubah menjadi kerusuhan dalam skala yang jarang terlihat di Afrika Selatan, dengan bisnis di setiap sektor dijarah, dibakar dan dibom dengan bensin di kota-kota di KwaZulu-Natal.
Tentara cadangan dipanggil untuk melapor ke unit mereka pada Kamis.
Permintaan itu muncul setelah Presiden Cyril Ramaphosa memperingatkan beberapa bagian negara itu "mungkin akan segera kehabisan persediaan bahan kebutuhan pokok" menyusul gangguan pada rantai pasokan.
Kehancuran bisnis terjadi ketika ekonomi Afrika Selatan berjuang dengan pengangguran dan pembatasan Covid-19.
Sambil memegang tongkat dan senjata, sekelompok pengemudi minibus dengan kasar memukuli tersangka penjarah di kotapraja dekat Johannesburg pada Rabu.
Warga Durban, Lauren Alexander, mengatakan situasi di kota itu seperti "zona perang".
"Ini menakutkan karena kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi selanjutnya," ujar pria berusia 26 tahun itu kepada BBC Radio 1 Newsbeat.
"Semua jalan kami diblokir, banyak toko makanan kami tutup, yang membuat kami sangat takut karena kami harus menjatah makanan kami sekarang," tutur dia.
Tentara cadangan dipanggil untuk melapor ke unit mereka pada Kamis.
Permintaan itu muncul setelah Presiden Cyril Ramaphosa memperingatkan beberapa bagian negara itu "mungkin akan segera kehabisan persediaan bahan kebutuhan pokok" menyusul gangguan pada rantai pasokan.
Kehancuran bisnis terjadi ketika ekonomi Afrika Selatan berjuang dengan pengangguran dan pembatasan Covid-19.
Sambil memegang tongkat dan senjata, sekelompok pengemudi minibus dengan kasar memukuli tersangka penjarah di kotapraja dekat Johannesburg pada Rabu.
Warga Durban, Lauren Alexander, mengatakan situasi di kota itu seperti "zona perang".
"Ini menakutkan karena kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi selanjutnya," ujar pria berusia 26 tahun itu kepada BBC Radio 1 Newsbeat.
"Semua jalan kami diblokir, banyak toko makanan kami tutup, yang membuat kami sangat takut karena kami harus menjatah makanan kami sekarang," tutur dia.
(sya)
Lihat Juga :