Menyedihkan karena Jadi Hotspot COVID-19 Asia, Bangkitlah Indonesia!

Kamis, 15 Juli 2021 - 06:46 WIB
loading...
A A A
Meski demikian, secara komulatif, penghitungan kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi India masih yang tertinggi di Asia dengan 30,9 juta kasus dan 410.784 kematian pada Selasa, diikuti oleh Indonesia dengan 2.615.529 kasus dan 68.219 kematian.

Tetapi sementara angka India terus turun dari puncak Mei, wabah terburuk di Indonesia sejak awal pandemi belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Menteri Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan skenario di mana kasus dapat meningkat 30% selama dua minggu ke depan dan mempercepat di daerah lain. Langkah-langkahnya termasuk mengubah lebih banyak tempat tidur rumah sakit biasa menjadi fasilitas perawatan untuk COVID-19.

Pemerintah awal tahun ini menetapkan 30% dari 400.000 tempat tidur rumah sakit secara nasional untuk perawatan COVID-19, tetapi itu dengan cepat terisi setelah eksodus liburan Idul Fitri pada bulan Mei dan ketika varian Delta yang lebih menular menyebar ke seluruh negeri.

Menteri Budi juga berbicara tentang kekurangan tenaga kesehatan, oksigen, dan obat-obatan COVID-19.

Sementara itu, pemerintah Jepang akan mendukung penerbangan khusus untuk warga negara Jepang yang ingin kembali dari Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan kepada wartawan di Tokyo.

"Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan ... sehingga orang Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin, dan sebanyak mungkin orang," katanya.

"Warga Jepang berencana untuk kembali ke Jepang besok melalui penerbangan khusus oleh maskapai Jepang, yang akan didukung oleh pemerintah. Setelah itu, kami berencana melakukan upaya serupa dalam menanggapi permintaan dari warga Jepang," imbuh dia.

Beberapa negara telah melarang masuk pelancong dari Indonesia karena lonjakan angka kasus infeksi COVID-19. Beberapa negara itu, termasuk Uni Emirat Arab, Filipina, dan Inggris.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Indonesia Dukung Sekjen...
Indonesia Dukung Sekjen PBB Keluarkan Pasal 99 Piagam PBB
Penelitian Ungkap Covid-19...
Penelitian Ungkap Covid-19 Berkepanjangan Picu Kerusakan Organ
Kemhan Boyong Kapal...
Kemhan Boyong Kapal Selam Penyelamat dari Inggris
Dukung Respons Indonesia,...
Dukung Respons Indonesia, Australia Berikan Bantuan Vaksin Rabies
8 Fakta Varian Covid...
8 Fakta Varian Covid Eris, Tidak Berbahaya dan Tetap Diwaspadai
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved