AS Mengaku Khawatir dengan Perkembangan Situasi di Afghanistan
Senin, 12 Juli 2021 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Diamerujuk pada operasi udara NATO tahun 2011 terhadap Jamahiriya Libya Sosialis pimpinan Muammar Gaddafi yang menggulingkan pemerintah Libya dan pada akhirnya membawa negara tersebut kepada perang saudara.
Dirinya juga membela keputusan pemerintahan Joe Biden untuk menindaklanjuti rencana pendahulunya untuk menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan. Dia mengatakan pendudukan selama beberapa dekade tidak membantu AS membangun “daya ungkit” untuk pembicaraan damai.
"Argumen ini bahwa entah bagaimana jika Anda tiba-tiba memiliki semua pengaruh ini, itu belum sepenuhnya berhasil dalam lima, 10, 15 tahun terakhir," katanya. Baca juga: Analis: Setelah Tinggalkan Afghanistan, AS Lirik Asia Tengah
“Kami memiliki 100 ribu tentara di darat, jadi gagasan bahwa jika Anda memiliki sepatu bot di darat, tiba-tiba yang memberi Anda pengaruh belum menjadi catatan sejarah sejauh ini," tukasnya.
Dirinya juga membela keputusan pemerintahan Joe Biden untuk menindaklanjuti rencana pendahulunya untuk menarik pasukan AS keluar dari Afghanistan. Dia mengatakan pendudukan selama beberapa dekade tidak membantu AS membangun “daya ungkit” untuk pembicaraan damai.
"Argumen ini bahwa entah bagaimana jika Anda tiba-tiba memiliki semua pengaruh ini, itu belum sepenuhnya berhasil dalam lima, 10, 15 tahun terakhir," katanya. Baca juga: Analis: Setelah Tinggalkan Afghanistan, AS Lirik Asia Tengah
“Kami memiliki 100 ribu tentara di darat, jadi gagasan bahwa jika Anda memiliki sepatu bot di darat, tiba-tiba yang memberi Anda pengaruh belum menjadi catatan sejarah sejauh ini," tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :