Puluhan Wanita India Dijual di Aplikasi Online Hanya karena Mereka Muslim

Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:01 WIB
loading...
Puluhan Wanita India...
Hana Khan merupakan pilot di maskapai komersial. Foto/bbc
A A A
NEW DELHI - Minggu lalu, puluhan wanita Muslim di India menemukan mereka telah dijual secara online melalui aplikasi khusus.

Hana Khan, wanita pilot pesawat komersial yang namanya ada dalam daftar tersebut mengatakan kepada BBC bahwa dia mengetahui hal itu ketika seorang teman mengiriminya tweet.

Tweet itu membawanya ke "Sulli Deals", aplikasi dan website yang telah mengambil gambar wanita yang ada secara publik dan membuat profil, menggambarkan wanita sebagai "promo hari ini".

Baca juga: Peretas Serang Layanan Kereta Iran, Suasana Stasiun Kacau Balau

Halaman website arahan aplikasi itu memiliki foto seorang wanita tak dikenal.

Baca juga: Uni Emirat Arab Larang Masuk Pelancong dari Indonesia karena COVID-19

Di dua halaman website berikutnya, Khan melihat foto-foto teman-temannya. Di halaman setelah itu dia melihat dirinya sendiri.

Baca juga: Ledakan Keras Guncang Teheran

"Saya menghitung 83 nama. Mungkin ada lebih banyak lagi," ujar dia kepada BBC.

Dia menjelaskan, "Mereka mengambil foto saya dari Twitter dan itu memiliki nama saya. Aplikasi ini berjalan selama 20 hari dan kami bahkan tidak mengetahuinya. Ini membuat saya merinding."

Aplikasi tersebut berpura-pura menawarkan para pengguna kesempatan untuk membeli "Sulli", istilah slang yang menghina yang digunakan troll sayap kanan Hindu untuk wanita Muslim.

Tidak ada lelang nyata dalam bentuk apa pun. Tujuan aplikasi ini hanya untuk merendahkan dan mempermalukan para wanita muslim tersebut.

Khan mengatakan dia telah menjadi sasaran karena agamanya. "Saya seorang wanita Muslim yang melihat dan mendengar. Dan mereka ingin membungkam kami," papar dia.

GitHub, platform web yang menghosting aplikasi open source itu menutupnya dengan cepat setelah ada keluhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Berita Terkini
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Infografis
95.000 Kasus Penipuan...
95.000 Kasus Penipuan Online Terjadi di India Selama 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved