Puluhan Wanita India Dijual di Aplikasi Online Hanya karena Mereka Muslim

Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:01 WIB
loading...
A A A
"Kami menangguhkan akun pengguna setelah penyelidikan laporan aktivitas semacam itu, yang semuanya melanggar kebijakan kami," papar pernyataan GitHub.

Tetapi pengalaman itu telah membuat para wanita terluka. Mereka yang tampil di aplikasi ini semuanya Muslim vokal, termasuk jurnalis, aktivis, artis, atau peneliti.

Beberapa orang telah menghapus akun media sosial mereka dan banyak wanita lainnya mengatakan mereka takut akan pelecehan lebih lanjut.

"Tidak peduli seberapa kuat Anda, tetapi jika foto Anda dan informasi pribadi lainnya dipublikasikan, itu membuat Anda takut, itu mengganggu Anda," papar wanita lain pada BBC Hindi.

Tetapi beberapa wanita yang rinciannya dibagikan di aplikasi itu telah menggunakan media sosial untuk mencari "orang-orang cabul" itu dan bersumpah untuk melawan.

Selusin orang telah membentuk grup WhatsApp untuk mencari, dan menawarkan dukungan dan beberapa dari mereka, termasuk Khan, telah mengajukan pengaduan ke polisi.

Warga, aktivis, dan pemimpin terkemuka juga telah berbicara menentang pelecehan tersebut. Polisi mengatakan mereka telah membuka penyelidikan tetapi menolak mengatakan siapa yang berada di balik aplikasi tersebut.

Orang-orang yang membuat aplikasi menggunakan identitas palsu, tetapi Hasiba Amin, koordinator media sosial untuk partai oposisi Kongres, menyalahkan beberapa akun yang secara teratur menyerang Muslim, terutama wanita Muslim, dan mengklaim mendukung politik sayap kanan.

“Ini bukan pertama kalinya, perempuan Muslim menjadi sasaran dengan cara ini,” ungkap Amin.

Pada 13 Mei, ketika umat Islam merayakan festival Idul Fitri, saluran YouTube menayangkan "Idul Fitri", "lelang" langsung wanita Muslim dari India dan Pakistan.

"Orang-orang menawar lima rupee dan 10 rupee, mereka menilai wanita berdasarkan bagian tubuh mereka dan menggambarkan tindakan seksual dan mengancam pemerkosaan," papar Khan.

Amin mengatakan akun anonim mencoba "melelang" dia di Twitter.

“Beberapa orang lain, satu bernama @sullideals101, yang sejak itu telah ditangguhkan, bergabung, melecehkan saya, mempermalukan saya dan menggambarkan tindakan seksual yang kotor," ujar Khan.

Dia percaya bahwa mereka yang mencoba melelangnya di Twitter adalah orang yang sama yang berada di balik aplikasi Sulli Deals dan saluran YouTube, yang sejak itu telah dihapus oleh platform tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Berita Terkini
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Infografis
95.000 Kasus Penipuan...
95.000 Kasus Penipuan Online Terjadi di India Selama 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved