Hujan Deras Sebabkan Tanah Longsor di Jepang, 20 Hilang
Sabtu, 03 Juli 2021 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari 2.800 rumah di wilayah itu tanpa listrik, menurut Tokyo Electric Power Company (TEPCO).
Sebuah video yang diposting di TikTok dari tempat kejadian menunjukkan lumpur besar dan puing-puing meluncur perlahan di jalan yang curam dan hampir menelan sebuah mobil putih, yang melaju sebelum semburan yang lebih cepat dan lebih dahsyat tiba.
Media Jepang melaporkan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan bertemu para menteri sore ini untuk membahas bencana dan kerusakan terkait hujan lainnya.
Baca juga: Bantu Percepatan Program Vaksinasi, Jepang Kirim 1 Juta Dosis Vaksin ke Indonesia
Sebagian besar wilayah Jepang saat ini mengalami musim hujan tahunan, yang berlangsung selama beberapa minggu dan sering menyebabkan banjir serta tanah longsor, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi.
Para ahli mengatakan perubahan iklim mengintensifkan fenomena ini karena atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak air, menghasilkan curah hujan yang lebih tinggi.
Lebih dari 200 orang tewas saat banjir dahsyat menggenangi Jepang barat pada 2018, dan tahun lalu puluhan lainnya tewas saat pandemi virus Corona mempersulit upaya bantuan.
Sebuah video yang diposting di TikTok dari tempat kejadian menunjukkan lumpur besar dan puing-puing meluncur perlahan di jalan yang curam dan hampir menelan sebuah mobil putih, yang melaju sebelum semburan yang lebih cepat dan lebih dahsyat tiba.
Media Jepang melaporkan Perdana Menteri Yoshihide Suga akan bertemu para menteri sore ini untuk membahas bencana dan kerusakan terkait hujan lainnya.
Baca juga: Bantu Percepatan Program Vaksinasi, Jepang Kirim 1 Juta Dosis Vaksin ke Indonesia
Sebagian besar wilayah Jepang saat ini mengalami musim hujan tahunan, yang berlangsung selama beberapa minggu dan sering menyebabkan banjir serta tanah longsor, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi.
Para ahli mengatakan perubahan iklim mengintensifkan fenomena ini karena atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak air, menghasilkan curah hujan yang lebih tinggi.
Lebih dari 200 orang tewas saat banjir dahsyat menggenangi Jepang barat pada 2018, dan tahun lalu puluhan lainnya tewas saat pandemi virus Corona mempersulit upaya bantuan.
(ian)
Lihat Juga :