631 Warga Palestina Disiksa Hingga Tewas oleh Rezim Assad Suriah

Senin, 28 Juni 2021 - 23:01 WIB
loading...
631 Warga Palestina...
Petugas mengawasi tahanan di penjara Suriah. Foto/prc.org.uk
A A A
DAMASKUS - Jumlah warga Palestina di Suriah yang disiksa sampai mati oleh rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah meningkat menjadi 631 orang.

Data itu diungkapkan kelompok hak asasi manusia.

Menurut data yang dirilis Kelompok Aksi untuk Palestina Suriah (AGPS), pembunuhan tiga pengungsi Palestina tambahan yang tinggal di Suriah telah didokumentasikan sejak awal tahun ini.

Baca juga: Soal Serangan Udara, Iran: AS Telah Ambil Jalan yang Salah

Ini menjadikan jumlah total warga Palestina yang tewas di penjara rezim menjadi 631 orang sejak dimulainya revolusi Suriah pada 2011.

Baca juga: Iran Masih Pertimbangkan Kemungkinan Lanjutkan Perjanjian dengan IAEA

Dinas keamanan Suriah, menurut AGPS, telah mengirimkan surat-surat pribadi dan dokumentasi puluhan warga Palestina yang tewas kepada keluarga mereka.

Baca juga: Iran Miliki Drone dengan Jangkauan 7.000 Km, Israel Mudah Dijangkau

Angka-angka seperti itu, bagaimanapun, dikatakan hanya puncak gunung es. Statistik hanya menjelaskan orang-orang Palestina yang dipastikan disiksa sampai mati.

Banyak lagi yang diyakini belum ditemukan karena rezim menyembunyikan nama dan detail para korban.

Laporan AGPS muncul hampir setahun setelah laporan lebih dari 1.800 warga Palestina telah dihilangkan secara paksa di Suriah dan mendekam di jaringan penjara yang luas milik rezim.

Juga terungkap pada Maret tahun lalu bahwa rezim telah menahan 110 wanita Palestina di penjara-penjaranya dan telah menyiksa setidaknya 34 orang dari mereka sampai mati.

Nasib orang-orang Palestina di Suriah, terutama selama konflik yang sedang berlangsung, dilihat para kritikus rezim sebagai bukti yang bertentangan dengan dukungan publik Assad untuk perjuangan Palestina dan dugaan oposisi negaranya terhadap Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved