Warga Hong Kong Berduka, Surat Kabar Pro-Demokrasi Cetak Edisi Terakhir
Kamis, 24 Juni 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Raksasa Media Jerman Minta Pegawai Pro-Palestina Cari Kerja di Tempat Lain
Pada pukul 10:00 waktu setempat, beberapa kios koran telah menjual edisi terakhir itu, menurut posting media sosial.
Edisi terakhir merupakan penghormatan kepada para pembacanya dengan judul "Warga Hong Kong mengucapkan selamat tinggal yang menyakitkan di tengah hujan".
"Saya pikir ini adalah akhir dari satu era," ujar pendukung San Tsang kepada kantor berita Reuters saat dia mengantre.
Dia menambahkan, "Saya tidak mengerti mengapa (Hong Kong) bahkan tidak bisa mentolerir surat kabar."
"Aku ingin mendukungnya sampai akhir. Surat kabar telah menemani masyarakat selama bertahun-tahun. Setelah ini, kita akan melewati badai," ujar Amma Yeung.
Pada Rabu malam, hanya beberapa jam setelah perusahaan surat kabar itu mengumumkan penutupannya, para pendukung telah berkumpul di luar kantornya, bahkan saat hujan deras turun.
Pada pukul 10:00 waktu setempat, beberapa kios koran telah menjual edisi terakhir itu, menurut posting media sosial.
Edisi terakhir merupakan penghormatan kepada para pembacanya dengan judul "Warga Hong Kong mengucapkan selamat tinggal yang menyakitkan di tengah hujan".
"Saya pikir ini adalah akhir dari satu era," ujar pendukung San Tsang kepada kantor berita Reuters saat dia mengantre.
Dia menambahkan, "Saya tidak mengerti mengapa (Hong Kong) bahkan tidak bisa mentolerir surat kabar."
"Aku ingin mendukungnya sampai akhir. Surat kabar telah menemani masyarakat selama bertahun-tahun. Setelah ini, kita akan melewati badai," ujar Amma Yeung.
Pada Rabu malam, hanya beberapa jam setelah perusahaan surat kabar itu mengumumkan penutupannya, para pendukung telah berkumpul di luar kantornya, bahkan saat hujan deras turun.
Lihat Juga :