Gajah Tembus Rumah untuk Cari Makanan di Dapur, Habitat Asli Menyusut
Rabu, 23 Juni 2021 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
“Kejadian serupa sering terjadi di kawasan tersebut karena kedekatannya dengan taman nasional dan habitat gajah,” tambah dia.
Penampakan dan insiden gajah biasanya meningkat selama musim panen buah, dalam beberapa tahun terakhir. “Seekor gajah menghancurkan satu rumah di mana seorang penduduk menyimpan hasil buah,” ungkap dia.
Konflik gajah dan manusia telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Tidak hanya di Thailand, tetapi di tempat-tempat seperti India dan di seluruh Asia tempat hewan-hewan itu hidup.
Ketika permukiman manusia dan infrastruktur berkembang, habitat satwa liar menyusut dan menjadi retak, meninggalkan hewan dengan lebih sedikit lahan, habitat yang lebih kecil dan lebih sedikit sumber daya, memaksa mereka berkeliaran untuk mencari makanan.
“Meskipun secara kasar setengah dari jangkauan geografis habitat gajah di Thailand dianggap cocok untuk konservasi gajah jangka panjang, sebagian besar wilayah ini terancam oleh pertanian, jalan dan pembangunan lainnya yang mengakibatkan fragmentasi dan peningkatan (konflik manusia-gajah),” papar studi tahun 2018 tentang gajah di Thailand barat, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One.
Dari 41 pemilik perkebunan buah dan pertanian yang disurvei dalam penelitian ini, hampir semua mengatakan gajah merampok tanaman mereka setidaknya sebulan sekali.
Lebih dari setengahnya mengatakan itu adalah kejadian sehari-hari. Mereka juga melaporkan jenis kerusakan properti lainnya, seperti putusnya pipa air dan tangki air.
Penampakan dan insiden gajah biasanya meningkat selama musim panen buah, dalam beberapa tahun terakhir. “Seekor gajah menghancurkan satu rumah di mana seorang penduduk menyimpan hasil buah,” ungkap dia.
Konflik gajah dan manusia telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Tidak hanya di Thailand, tetapi di tempat-tempat seperti India dan di seluruh Asia tempat hewan-hewan itu hidup.
Ketika permukiman manusia dan infrastruktur berkembang, habitat satwa liar menyusut dan menjadi retak, meninggalkan hewan dengan lebih sedikit lahan, habitat yang lebih kecil dan lebih sedikit sumber daya, memaksa mereka berkeliaran untuk mencari makanan.
“Meskipun secara kasar setengah dari jangkauan geografis habitat gajah di Thailand dianggap cocok untuk konservasi gajah jangka panjang, sebagian besar wilayah ini terancam oleh pertanian, jalan dan pembangunan lainnya yang mengakibatkan fragmentasi dan peningkatan (konflik manusia-gajah),” papar studi tahun 2018 tentang gajah di Thailand barat, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One.
Dari 41 pemilik perkebunan buah dan pertanian yang disurvei dalam penelitian ini, hampir semua mengatakan gajah merampok tanaman mereka setidaknya sebulan sekali.
Lebih dari setengahnya mengatakan itu adalah kejadian sehari-hari. Mereka juga melaporkan jenis kerusakan properti lainnya, seperti putusnya pipa air dan tangki air.
(sya)
Lihat Juga :