Diancam Akan Diisolasi, China: AS Pemeras!

Selasa, 22 Juni 2021 - 20:04 WIB
loading...
A A A
"Presiden Trump tidak bisa melakukannya. Presiden Biden. Dia meminta G7 untuk mendukung sebuah pernyataan yang mengatakan secara serempak bahwa China harus mengizinkan penyelidikan untuk dilanjutkan di dalam wilayahnya," imbuhnya.

“Ini adalah kerja keras diplomatik - menggalang negara-negara di dunia, memaksakan tekanan politik dan diplomatik pada China - yang merupakan bagian inti dari upaya yang kami lakukan untuk akhirnya menghadapi China dengan pilihan yang sulit: apakah mereka akan mengizinkan, dengan cara yang bertanggung jawab, menyelidiki untuk melakukan pekerjaan nyata untuk mencari tahu dari mana asalnya, atau mereka akan menghadapi isolasi di masyarakat internasional," tambah Sullivan.

Baca juga: AS: China Hadapi 'Isolasi Internasional' Jika Tolak Kerjasama untuk Cari Asal Covid-19

Pada 26 Mei, Biden mengatakan dia telah memberi waktu 90 hari kepada Komunitas Intelijen AS untuk meninjau semua bukti yang tersedia terkait asal usul COVID-19, dengan tujuan menyusun laporan baru yang dapat memberikan jawaban yang lebih pasti kepada pemerintah tentang apakah virus tersebut memiliki asal-usul alami atau buatan.

"Presiden berhak melalui analisis kami sendiri, upaya komunitas intelijen kami sendiri yang telah dia arahkan, dan melalui pekerjaan lain yang akan kami lakukan dengan sekutu dan mitra, untuk terus menekan di setiap lini sampai kami mencapai dasar bagaimana virus ini datang ke dunia," Sullivan menyimpulkan.

Menyusul pengumuman Biden bulan lalu, Kedutaan Besar China di Washington mengecamnya sebagai "kampanye kotor."
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved