Dibantu Kendaraan Lapis Baja, Tentara Myanmar Gempur Pangkalan Milisi Anti Junta

Selasa, 22 Juni 2021 - 16:35 WIB
loading...
Dibantu Kendaraan Lapis...
Dibantu kendaraan lapis baja, tentara Myanmar gempur pangkalan milisi anti junta di Mandalay. Foto/Ilustrasi
A A A
YANGON - Pasukan keamanan Myanmar yang didukung oleh kendaraan lapis baja terlibat bentrok dengan kelompok milisi anti junta yang baru dibentuk di Mandalay, kota terbesar kedua negara itu, Selasa (22/6/2021). Demikian laporan menurut postingan media sosial dari kelompok anti junta dan laporan media.

Sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menyingkirkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi , pasukan keamanan telah meredam aksi protes menentang kekuasaan militer. Sebagai tanggapan, kelompok penentang kudeta yang dikenal sebagai pasukan pertahanan rakyat bermunculan di seluruh Myanmar.

Hingga saat ini, pertempuran yang melibatkan milisi bersenjata ringan hanya terjadi di kota-kota kecil dan daerah pedesaan. Namun sebuah kelompok yang mengaku sebagai Pasukan Pertahanan Rakyat baru Mandalay mengatakan para anggotanya merespons setelah tentara menyerbu salah satu pangkalannya.

"Kami membalas karena salah satu kamp gerilya kami diserang," bunyi sebuah postingan di halaman Facebook kelompok itu dari Mayor Zeekwat seperti dikutip dari CNN.

Baca juga: Redam Aksi Perlawanan, Pasukan Junta Myanmar Pakai Taktik Bumi Hangus

Sedangkan kantor berita Khit Thit melaporkan tentara yang didukung oleh tiga kendaraan lapis baja telah mengepung sebuah sekolah asrama di Mandalay di mana milisi memiliki pangkalan.

Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai komentar.

Di tempat lain, tentara Myanmar telah merespons dengan artileri dan serangan udara setelah kelompok milisi melancarkan serangan terhadap tentara, dengan korban di kedua belah pihak dan puluhan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Jumat menyerukan penghentian aliran senjata ke Myanmar dan mendesak militer untuk menghormati hasil pemilihan November serta membebaskan tahanan politik, termasuk Aung San Suu Kyi.

Baca juga: PBB: Myanmar Berisiko Perang Saudara Skala Besar

Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Myanmar merilis sebuah pernyataan yang menolak resolusi PBB, yang dikatakannya berdasarkan tuduhan sepihak dan asumsi yang salah.

Baca juga: Junta Militer Tolak Embargo Senjata PBB Terhadap Myanmar

Menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 873 pengunjuk rasa sejak kudeta. Namun junta Myanmar membantah angka itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Heidar-7, Kendaraan...
Heidar-7, Kendaraan Lapis Baja Iran Berkemampuan Mengerikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved