Bom 40.000 Pon yang Diledakkan di Dekat Kapal Induk AS Picu Gempa Bumi

Senin, 21 Juni 2021 - 14:23 WIB
loading...
A A A
"Selama konflik global besar, ditemukan bahwa meskipun ledakan 'nyaris terjadi' seperti itu tidak menyebabkan kerusakan lambung atau bangunan atas yang serius, guncangan dan getaran yang terkait dengan ledakan tetap melumpuhkan kapal, dengan merobohkan komponen dan sistem penting," bunyi laporan studi tersebut.

"Ledakan terdekat, meskipun kapal tidak menerima serangan langsung, akan mengirimkan gelombang tekanan tinggi yang merusak ke arah kapal," lanjut laporan itu, yang mencatat bahwa penemuan ini membuat Angkatan Laut menerapkan prosedur uji pengerasan kejut yang ketat.

Baca juga: Israel Diminta Siapkan Serangan setelah Raisi Menang Pilpres Iran

Setelah menyelesaikan uji coba kejut kapal penuh, kapal induk akan kembali ke dermaga di Newport News Shipbuilding."Untuk ketersediaan tambahan yang direncanakan pertama, periode enam bulan di mana kapal akan menjalani modernisasi, pemeliharaan, dan perbaikan sebelum pekerjaan operasionalnya," kata Angkatan Laut AS seperti dikutip Business Insider, kemarin.

Sebagai kapal kelas satu, USS Gerald R. Ford telah mengalami pembengkakan biaya, keterlambatan pengembangan, dan kemunduran teknologi, tetapi Angkatan Laut terus maju dengan proyek tersebut.

Angkatan Laut berencana untuk memiliki kapal induk yang siap untuk ditempatkan pada tahun 2024, tetapi pada bulan Mei lalu, Laksamana Muda James Downey, pejabat eksekutif program untuk kapal induk, menyarankan bahwa layanan tersebut mungkin bisa sampai di sana lebih cepat.

Ada tiga kapal induk kelas Ford lainnya dalam berbagai tahap pengadaan dan pengembangan, yaitu USS John F Kennedy (CVN-79), USS Enterprise (CVN-80), dan USS Doris Miller (CVN-81).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Berapa Kali Berhubungan...
Berapa Kali Berhubungan Seks agar Cepat Hamil? Dokter Bagikan Tipsnya
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Moncer! Mbappe, Kane, Haaland Mengekor
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Berita Terkini
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved