AS Tarik 8 Sistem Rudal Patriot dari 4 Negara Arab, Termasuk Arab Saudi
Sabtu, 19 Juni 2021 - 06:49 WIB
loading...
A
A
A
Penarikan baterai anti-misil Patriot menandai kembalinya ke tingkat pertahanan yang lebih normal di wilayah di mana AS terus mempertahankan puluhan ribu tentara bahkan ketika telah mengurangi pasukan yang dikerahkan ke Afghanistan dan Irak.
“Kami masih memiliki pangkalan kami di negara-negara mitra Teluk kami, mereka tidak ditutup, masih ada kehadiran substansial, postur substansial di kawasan itu,” kata seorang pejabat senior pertahanan kepada WSJ.
AS mengerahkan baterai dan pasukan anti-misil Patriot ke Arab Saudi—setelah serangan pesawat tak berawak Iran menghantam fasilitas minyak Saudi—dan ke Irak pada tahun 2020 setelah serentetan serangan rudal dan roket terhadap pasukan AS oleh Iran dan milisi yang didukung Iran.
Militer AS mengakui bahwa lebih dari 109 tentara AS menderita gegar otak dan cedera otak lainnya dalam serangan rudal balistik Iran di pangkalan militer Ain al-Assad di Irak setelah serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.
Presiden Joe Biden, yang mengambil alih kekuasaan dari mantan Presiden Donald Trump pada Januari, telah berusaha untuk mengurangi ketegangan di Timur Tengah dan para diplomat AS telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung dengan Iran tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.
“Kami masih memiliki pangkalan kami di negara-negara mitra Teluk kami, mereka tidak ditutup, masih ada kehadiran substansial, postur substansial di kawasan itu,” kata seorang pejabat senior pertahanan kepada WSJ.
AS mengerahkan baterai dan pasukan anti-misil Patriot ke Arab Saudi—setelah serangan pesawat tak berawak Iran menghantam fasilitas minyak Saudi—dan ke Irak pada tahun 2020 setelah serentetan serangan rudal dan roket terhadap pasukan AS oleh Iran dan milisi yang didukung Iran.
Militer AS mengakui bahwa lebih dari 109 tentara AS menderita gegar otak dan cedera otak lainnya dalam serangan rudal balistik Iran di pangkalan militer Ain al-Assad di Irak setelah serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.
Presiden Joe Biden, yang mengambil alih kekuasaan dari mantan Presiden Donald Trump pada Januari, telah berusaha untuk mengurangi ketegangan di Timur Tengah dan para diplomat AS telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung dengan Iran tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.
Lihat Juga :