Terungkap, Pemerintahan Sementara Bolivia Rencanakan Kudeta Kedua
Jum'at, 18 Juni 2021 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa detail percakapan sangat cocok dengan klaim yang dibuat oleh Evo Morales pada awal November lalu. Saat itu dia menuduh Jenderal Sergio Orellana, yang ditunjuk sebagai komandan Angkatan Bersenjata Bolivia oleh Anez, menekan perwira tinggi militer lainnya untuk meluncurkan junta militer guna mencegah kepresidenan Acre. Lopez meyakinkan rekan konspirator bahwa Orellana siap untuk memulai "operasi militer" melawan MAS.
Baca juga: Presiden Bolivia Jeanine Anez Positif Covid-19
Namun rencana-rencana itu tidak pernah dilaksanakan. Lopez tampaknya tidak dapat memperoleh dukungan dari komandan militer yang cukup dan berselisih dengan Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo, yang bertanggung jawab atas polisi. Jenderal Orellana dan kedua menteri termasuk di antara anggota pemerintahan Anez yang melarikan diri dari Bolivia setelah kemenangan Arce dan sebelum pelantikannya.
Murillo kemudian ditangkap oleh FBI bulan lalu. Dia diduga menerima suap untuk menandatangani kontrak pasokan gas air mata dari sebuah perusahaan yang berbasis di Florida dengan harga yang melambung.
Anez ditangkap dan didakwa dengan kejahatan yang berkaitan dengan bagaimana dia mengambil alih kekuasaan di Bolivia. Pereira juga ditahan di penjara Bolivia menunggu persidangan atas tuduhan penipuan.
Intercept percaya bahwa sangat tidak mungkin bahwa plot tersebut mendapat persetujuan atau dukungan diam-diam dari pemerintah AS. Tampaknya lebih dekat dengan upaya untuk menggulingkan pemerintah Venezuela, yang melibatkan perusahaan keamanan swasta Silvercorp USA.
Serangan tentara bayaran AS, yang terjadi pada Mei 2020, berakhir dengan kegagalan yang memalukan dan oleh beberapa media disebut sebagai 'invasi Teluk Babi', mengacu pada invasi gagal yang dilakukan CIA ke Kuba pada tahun 1961.
Baca juga: Presiden Bolivia Jeanine Anez Positif Covid-19
Namun rencana-rencana itu tidak pernah dilaksanakan. Lopez tampaknya tidak dapat memperoleh dukungan dari komandan militer yang cukup dan berselisih dengan Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo, yang bertanggung jawab atas polisi. Jenderal Orellana dan kedua menteri termasuk di antara anggota pemerintahan Anez yang melarikan diri dari Bolivia setelah kemenangan Arce dan sebelum pelantikannya.
Murillo kemudian ditangkap oleh FBI bulan lalu. Dia diduga menerima suap untuk menandatangani kontrak pasokan gas air mata dari sebuah perusahaan yang berbasis di Florida dengan harga yang melambung.
Anez ditangkap dan didakwa dengan kejahatan yang berkaitan dengan bagaimana dia mengambil alih kekuasaan di Bolivia. Pereira juga ditahan di penjara Bolivia menunggu persidangan atas tuduhan penipuan.
Intercept percaya bahwa sangat tidak mungkin bahwa plot tersebut mendapat persetujuan atau dukungan diam-diam dari pemerintah AS. Tampaknya lebih dekat dengan upaya untuk menggulingkan pemerintah Venezuela, yang melibatkan perusahaan keamanan swasta Silvercorp USA.
Serangan tentara bayaran AS, yang terjadi pada Mei 2020, berakhir dengan kegagalan yang memalukan dan oleh beberapa media disebut sebagai 'invasi Teluk Babi', mengacu pada invasi gagal yang dilakukan CIA ke Kuba pada tahun 1961.
(ian)
Lihat Juga :