Pompeo: 'Amerika Kembali' Ala Biden, Berarti Kembali ke Masa Ketika AS 'Lemah'

Senin, 14 Juni 2021 - 15:02 WIB
loading...
Pompeo: Amerika Kembali...
Pompeo menyatakan bahwa ketika pemerintahan Biden berbicara tentang mengembalikan Amerika, dia yakin mereka merujuk pada persyaratan pemerintahan Obama. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo menyatakan bahwa ketika pemerintahan Joe Biden berbicara tentang "mengembalikan Amerika," dia yakin mereka merujuk pada persyaratan pemerintahan Barack Obama. Di mana, Pompeo menyebut, saat itu AS dalam kondisi lemah.

Pada "Fox News Sunday," Pompeo diminta untuk mengomentari wawancara Menteri Luar Negeri, Antony Blinken, di mana dia mengatakan bahwa pemerintahan Biden mengembalikan AS ke masa Obama.

"Yah, secara umum, ketika saya mendengar pemerintah berbicara tentang mengambil kembali Amerika, mereka berbicara tentang apa yang dilakukan Obama selama delapan tahun, di mana Amerika lemah," kata Pompeo, seperti dilansir Sputnik pada Senin (14/6/2021).

"Kami mungkin disukai, banyak orang berbicara tentang bagaimana mereka bersenang-senang di G-7, semua orang menyukai Biden. Yang penting bukanlah mereka menyukai Amerika, tetapi mereka menghormati kami, itu kami memberikan hasil yang baik untuk rakyat Amerika. Kita perlu fokus pada hal-hal yang paling penting bagi Amerika," sambungnya.

Pompeo kemudian menekankan keraguannya tentang perubahan iklim yang menjadi agenda utama G7. Di mana, dia mengklaim bahwa inisiatif seperti Green New Deal tidak akan meningkatkan kehidupan orang Amerika.

Dia juga membantah klaim bahwa mantan Presiden AS, Donald Trump bersikap lunak terhadap Rusia. Baca juga: Puji Biden, Macron: Dia Bawa AS Kembali ke Jalan yang Benar

Dirinya menyebutkan bagaimana Presiden Biden membunuh 10 ribu pekerjaan di AS dengan memblokir pembangunan Pipa XL Keystone, tetapi mengizinkan pipa Rusia, Nord Stream 2, yang mengalirkan gas dari Rusia ke Uni Eropa (UE). Pipa Keystone XL dihentikan awal pekan ini oleh TC Energy, pemilik proyek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved