Cerita Eks Bos Mossad Curi Arsip Nuklir Iran: Libatkan 20 Agen, Pecahkan 30 Brankas

Sabtu, 12 Juni 2021 - 11:21 WIB
loading...
A A A
Wawancara, bagaimanapun, itu akan dibersihkan oleh sensor militer Israel. Waktunya juga menarik, karena pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 akan dilanjutkan.

Pemaparan Cohen juga berfungsi sebagai pengingat bagi musuh Israel bahwa Mossad bersedia bertindak jauh di belakang apa yang dianggapnya sebagai garis musuh.

Israel telah berbicara secara terbuka tentang mengambil puluhan ribu dokumen nuklir Iran. Tapi Cohen juga mengisyaratkan keterlibatan Mossad dalam operasi lama lainnya.

Di awal wawancara, Cohen berbicara tentang fasilitas nuklir Iran di Natanz.

Iran mengatakan bahwa sabotase menyebabkan kebakaran di situs pengayaan uranium pada Juli 2020. Sehari setelah mengungkapkan peralatan baru pada April tahun ini, para pejabat kembali mengatakan situs itu telah disabotase dan mengalami kerusakan besar. Iran menuduh Israel melakukan "terorisme nuklir" atas insiden tersebut.

Mr Cohen mengatakan kepada Dayan bahwa dia tahu situs nuklir Iran dengan baik, dan bahwa dia bisa membawanya ke ruang bawah tanah di mana sentrifugal berputar berada. Dia kemudian menambahkan: "Yang dulu berputar. Saat ini, ruang bawah tanah tidak terlihat seperti dulu."

Lebih lanjut, Cohen berbicara tentang Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir terkemuka Iran yang dibunuh di sebuah jalan di luar Teheran November lalu. Serangan secara terbuka itu dituduhkan oleh Iran kepada Israel.

Mantan kepala Mossad itu tidak mengonfirmasi atau menyangkal keterlibatannya dalam kematian Fakhrizadeh. Namun dia mengatakan ilmuwan itu adalah target "selama bertahun-tahun".

"Jika pria itu memiliki kemampuan yang membahayakan warga Israel, dia harus berhenti eksis," katanya. "Seseorang dapat diselamatkan jika dia siap untuk berganti profesi dan tidak merugikan kita lagi".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Laba Maskapai Penerbangan...
Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 
Rekomendasi
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Iran Ancam Ubah Doktrin...
Iran Ancam Ubah Doktrin Nuklir jika Sanksi Barat Diberlakukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved