China Tolak Politisasi Asal-usul COVID-19, Desak AS Taati Prinsip 'Satu China'

Sabtu, 12 Juni 2021 - 00:40 WIB
loading...
China Tolak Politisasi...
Direktur Kantor Komisi Luar Negeri Yang Jiechi dan Menlu AS Antony Blinken. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
BEIJING - Diplomat top China , Yang Jiechi, memperingatkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken terhadap politisasi asal-usul COVID-19 selama panggilan telepon pada Jumat (11/6/2021). Ia juga meminta AS untuk mematuhi prinsip "satu-China" yang menyatakan Taiwan dan China daratan adalah bagian dari satu China.

Percakapan telepon antara Yang, direktur Kantor Komisi Luar Negeri, dan Blinken menandai pertama kalinya keduanya berbicara sejak pertemuan tatap muka pada bulan Maret di Alaska. Pembicaraan terakhir itu secara luas ditandai sebagai perdebatan, karena kedua diplomat itu secara terbuka mengkritik kebijakan dari negara masing-masing.

Pada hari Jumat, Yang mengatakan negaranya khawatir tentang orang-orang di AS yang menyebarkan kisah tidak masuk akal bahwa virus Corona lolos dari laboratorium Wuhan. Banyak anggota parlemen Amerika mengatakan bahwa kebocoran virus dari laboratorium China cukup masuk akal untuk memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami mendesak Amerika Serikat untuk menghormati fakta dan sains, menahan diri dari mempolitisasi masalah ini...melawan pandemi," ujar Yang seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal

Menurut laporan surat kabar pemerintah China, Global Times, Yang mencatat bahwa China tidak ingin hubungan buruk dengan AS, tetapi dia ingin kedaulatan China diakui oleh AS. Agar ini terjadi, AS harus mematuhi prinsip satu-China.

Yang juga meminta AS untuk menangani masalah terkait Taiwan dengan hati-hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved