Terbongkar, Orang-orang Super Kaya AS ‘Hampir’ Tak Bayar Pajak Penghasilan
Kamis, 10 Juni 2021 - 01:03 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk menemukan potongan, menemukan kredit, dan mengeksploitasi celah dalam sistem," papar dia.
Jadi, sementara nilai kekayaan mereka tumbuh pesat melalui kepemilikan saham di perusahaan mereka, itu tidak dicatat sebagai pendapatan.
Tapi ada lebih dari itu, ujar dia, "Mereka juga mengambil pemotongan pajak yang agresif, seringkali karena mereka meminjam untuk mendanai gaya hidup mereka."
Dia mengatakan para miliarder AS membeli aset, membangun atau mewarisi kekayaan, dan kemudian meminjam kekayaan mereka.
Karena mereka tidak menyadari keuntungan apa pun atau menjual saham apa pun, mereka tidak mengambil pendapatan apa pun, yang dapat dikenakan pajak.
"Mereka kemudian meminjam dari bank dengan tingkat bunga yang relatif rendah, hidup dari itu dan dapat menggunakan biaya bunga sebagai pengurang pendapatan mereka," ujar dia.
Rencana Biden
ProPublica mengatakan, "Menggunakan strategi pajak yang sah secara hukum, banyak orang kaya yang dapat mengecilkan tagihan pajak federal mereka menjadi tidak ada atau mendekatinya, bahkan ketika kekayaan mereka melonjak selama beberapa tahun terakhir.”
Orang-orang kaya, seperti banyak warga negara biasa, dapat mengurangi tagihan pajak penghasilan mereka melalui hal-hal seperti sumbangan amal dan menarik uang dari pendapatan investasi daripada pendapatan upah.
ProPublica, menggunakan data yang dikumpulkan majalah Forbes, mengatakan kekayaan 25 orang Amerika terkaya secara kolektif melonjak USD401 miliar dari 2014 hingga 2018, tetapi mereka hanya membayar pajak penghasilan USD13,6 miliar selama tahun-tahun itu.
Presiden Joe Biden telah berjanji menaikkan pajak pada orang-orang Amerika terkaya sebagai bagian dari misi untuk meningkatkan kesetaraan dan mengumpulkan uang untuk program investasi infrastruktur besar-besaran.
Jadi, sementara nilai kekayaan mereka tumbuh pesat melalui kepemilikan saham di perusahaan mereka, itu tidak dicatat sebagai pendapatan.
Tapi ada lebih dari itu, ujar dia, "Mereka juga mengambil pemotongan pajak yang agresif, seringkali karena mereka meminjam untuk mendanai gaya hidup mereka."
Dia mengatakan para miliarder AS membeli aset, membangun atau mewarisi kekayaan, dan kemudian meminjam kekayaan mereka.
Karena mereka tidak menyadari keuntungan apa pun atau menjual saham apa pun, mereka tidak mengambil pendapatan apa pun, yang dapat dikenakan pajak.
"Mereka kemudian meminjam dari bank dengan tingkat bunga yang relatif rendah, hidup dari itu dan dapat menggunakan biaya bunga sebagai pengurang pendapatan mereka," ujar dia.
Rencana Biden
ProPublica mengatakan, "Menggunakan strategi pajak yang sah secara hukum, banyak orang kaya yang dapat mengecilkan tagihan pajak federal mereka menjadi tidak ada atau mendekatinya, bahkan ketika kekayaan mereka melonjak selama beberapa tahun terakhir.”
Orang-orang kaya, seperti banyak warga negara biasa, dapat mengurangi tagihan pajak penghasilan mereka melalui hal-hal seperti sumbangan amal dan menarik uang dari pendapatan investasi daripada pendapatan upah.
ProPublica, menggunakan data yang dikumpulkan majalah Forbes, mengatakan kekayaan 25 orang Amerika terkaya secara kolektif melonjak USD401 miliar dari 2014 hingga 2018, tetapi mereka hanya membayar pajak penghasilan USD13,6 miliar selama tahun-tahun itu.
Presiden Joe Biden telah berjanji menaikkan pajak pada orang-orang Amerika terkaya sebagai bagian dari misi untuk meningkatkan kesetaraan dan mengumpulkan uang untuk program investasi infrastruktur besar-besaran.
Lihat Juga :