Presiden Brasil Gabung 600 Demonstran Memprotes Karantina di Rumah

Senin, 20 April 2020 - 13:39 WIB
loading...
Presiden Brasil Gabung...
Presiden Brasil Jail Bolsonaro bergabung dengan ratusan demonstran, Minggu (19/4/2020), untuk memprotes aturan karantina parsial yang diberlakukan beberapa negara bagian untuk cegah penyebaran virus corona baru. Foto/REUTERS
A A A
SAO PAULO - Presiden Brasil Jair Bolsonaro bergabung dengan ratusan demonstran di luar markas tentara di ibu kota negara, Brasilia. Mereka memprotes perintah tinggal di rumah atau karantina yang dikeluarkan oleh gubernur negara bagian untuk mencegah penyebaran virus corona baru, Covid-19.

Massa demonstran sekitar 600 orang meminta tentara untuk campur tangan dalam penanganan pandemi Covid-19 dan menuntut penutupan Kongres atau Parlemen.

Beberapa demonstran dalam aksinya, pada Minggu waktu setempat, mengangkat poster bertuliskan; "Intervensi militer dengan Bolsonaro".

"Saya di sini karena saya percaya pada Anda dan Anda di sini karena Anda percaya pada Brasil," kata Presiden Bolsonaro kepada massa di belakang truk pick-up, yang dilansir AFP, Senin (20/4/2020).

Bolsonaro, yang merupakan mantan kapten tentara, terus-menerus mengkritik tindakan karantina parsial yang diadopsi oleh gubernur setempat. Karantina parsial itu juga diadopsi wilayah Sao Paulo dan Rio de Janeiro dengan tujuan menghentikan penyebaran virus corona baru.

Pada hari Jumat, Presiden Bolsonaro memecat Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta yang mendukung pembatasan pergerakan publik. Pembatasan itu, menurut Bolsonaro, merusak perekonomian.

Brasil, negara dengan populasi lebih dari 200 juta, memiliki kasus infeksi Covid-19 terbanyak di Amerika Latin, yakni lebih dari 38.000 pada hari Minggu, dengan lebih dari 2.400 kematian.

Selama pidatonya, yang diselingi dengan batuk, Presiden Bolsonaro tidak menanggapi permintaan massa untuk intervensi militer atau permintaan untuk menutup Kongres.

"Anda harus berjuang untuk negara Anda. Andalkan presiden Anda untuk melakukan apa yang diperlukan sehingga kami dapat menjamin demokrasi dan apa yang paling kita sayangi, kebebasan kita," kata Bolsonaro.

Negara bagian yang paling padat penduduknya, Sao Paulo dan Rio de Janeiro pada hari Jumat memperpanjang tindakan karantina parsial.

Menurut sebuah jajak pendapat yang diterbitkan hari Sabtu, mayoritas warga Brazil menyetujui peraturan karantina oleh pemerintah meskipun dampaknya buruk terhadap ekonomi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved