800 Penjahat di Dunia Ditangkap Gara-gara ‘Terjerat’ Aplikasi Chat Buatan FBI
Rabu, 09 Juni 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Ide untuk operasi itu muncul setelah dua platform terenkripsi lainnya ditutup lembaga penegak hukum, sehingga para geng kriminal di dunia membutuhkan aplikasi baru untuk ponsel yang aman.
Perangkat tersebut awalnya digunakan oleh para tersangka tokoh kejahatan senior, sehingga memberikan kepercayaan kepada penjahat lain untuk menggunakan platform tersebut.
"Anda harus mengenal seorang penjahat untuk mendapatkan salah satu telepon khusus ini. Telepon tidak dapat berdering atau mengirim email. Anda hanya dapat berkomunikasi dengan seseorang di platform yang sama," papar polisi Australia.
Buronan Australia dan tersangka penyelundup narkoba Hakan Ayik adalah kunci dari operasi rahasia itu.
“Ayik tanpa disadari merekomendasikan aplikasi tersebut kepada rekan kriminalnya setelah diberikan handset oleh petugas yang menyamar,” ungkap kepolisian.
Dijuluki "gangster Facebook" oleh media Australia, Ayik terlihat di foto-foto media sosial dengan tato besar dan fisik berotot.
Media lokal mengatakan dia telah tinggal di Turki sejak menghindari penangkapan, menjalani gaya hidup mewah dengan seorang istri Belanda.
Polisi mengatakan dia "sebaiknya menyerahkan dirinya ke kita" sesegera mungkin, karena dia sendiri mungkin dalam bahaya, karena tanpa disadari membantu FBI dengan operasi mereka.
Secara total, sekitar 12.000 perangkat terenkripsi digunakan oleh sekitar 300 sindikat kriminal di lebih dari 100 negara.
Apa yang diungkap pihak berwenang? Petugas dapat membaca jutaan pesan dalam "waktu nyata" yang menggambarkan plot pembunuhan, rencana impor obat massal, dan skema lainnya.
"Yang mereka bicarakan hanyalah narkoba, kekerasan, saling pukul, orang-orang tak bersalah yang akan dibunuh, dan berbagai macam hal," papar komisaris Polisi Federal Australia Reece Kershaw.
Secara total, sekitar 9.000 petugas polisi di dunia terlibat dalam operasi rahasia tersebut.
Calvin Shivers dari Divisi Investigasi Kriminal FBI mengatakan operasi tersebut telah memungkinkan lembaga kepolisian "membalikkan meja pada organisasi kriminal", dengan intelijen dikumpulkan untuk mencegah pembunuhan dan sejumlah kejahatan lainnya.
Perangkat tersebut awalnya digunakan oleh para tersangka tokoh kejahatan senior, sehingga memberikan kepercayaan kepada penjahat lain untuk menggunakan platform tersebut.
"Anda harus mengenal seorang penjahat untuk mendapatkan salah satu telepon khusus ini. Telepon tidak dapat berdering atau mengirim email. Anda hanya dapat berkomunikasi dengan seseorang di platform yang sama," papar polisi Australia.
Buronan Australia dan tersangka penyelundup narkoba Hakan Ayik adalah kunci dari operasi rahasia itu.
“Ayik tanpa disadari merekomendasikan aplikasi tersebut kepada rekan kriminalnya setelah diberikan handset oleh petugas yang menyamar,” ungkap kepolisian.
Dijuluki "gangster Facebook" oleh media Australia, Ayik terlihat di foto-foto media sosial dengan tato besar dan fisik berotot.
Media lokal mengatakan dia telah tinggal di Turki sejak menghindari penangkapan, menjalani gaya hidup mewah dengan seorang istri Belanda.
Polisi mengatakan dia "sebaiknya menyerahkan dirinya ke kita" sesegera mungkin, karena dia sendiri mungkin dalam bahaya, karena tanpa disadari membantu FBI dengan operasi mereka.
Secara total, sekitar 12.000 perangkat terenkripsi digunakan oleh sekitar 300 sindikat kriminal di lebih dari 100 negara.
Apa yang diungkap pihak berwenang? Petugas dapat membaca jutaan pesan dalam "waktu nyata" yang menggambarkan plot pembunuhan, rencana impor obat massal, dan skema lainnya.
"Yang mereka bicarakan hanyalah narkoba, kekerasan, saling pukul, orang-orang tak bersalah yang akan dibunuh, dan berbagai macam hal," papar komisaris Polisi Federal Australia Reece Kershaw.
Secara total, sekitar 9.000 petugas polisi di dunia terlibat dalam operasi rahasia tersebut.
Calvin Shivers dari Divisi Investigasi Kriminal FBI mengatakan operasi tersebut telah memungkinkan lembaga kepolisian "membalikkan meja pada organisasi kriminal", dengan intelijen dikumpulkan untuk mencegah pembunuhan dan sejumlah kejahatan lainnya.
Lihat Juga :