Kasus COVID-19 Melonjak, Vietnam Minta Sumbangan ke Warga Buat Beli Vaksin

Selasa, 08 Juni 2021 - 20:17 WIB
loading...
Kasus COVID-19 Melonjak,...
Vietnam minta sumbangan ke warga untuk membeli vaksin COVID-19 di tengah lonjakan kasus. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
HANOI - Vietnam mulai meminta sumbangan publik untuk membeli vaksin saat berjuang menahan gelombang virus Corona baru . Vietnam sebelumnya pernah menjadi model keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 .

Vietnam hanya memvaksinasi sekitar satu persen dari populasinya yang hampir 100 juta, dan pihak berwenang menjadi semakin khawatir dengan lonjakan kasus baru-baru ini.

Sejak pekan lalu, pengguna ponsel telah menerima hingga tiga pesan teks yang mendesak mereka untuk berkontribusi pada dana vaksin COVID-19, sementara pegawai negeri telah didorong untuk menyisihkan sehari dari gajinya.

Beberapa penduduk, takut akan dampak virus terhadap ekonomi Vietnam, mengatakan kepada AFP bahwa mereka mendukung penggalangan dana. Ekonomi Vietnam adalah salah satu dari sedikit di dunia yang berkembang tahun lalu.

Baca juga: Menlu Retno Tegaskan Kesenjangan Suplai Vaksin Global Beresiko Perlama Pandemi

Nguyen Tuan Anh, seorang pegawai negeri, mengatakan kepada AFP bahwa dia telah mengirim sekitar US$50 melalui transfer bank dan pembayaran SMS, karena vaksin berarti ekonomi Vietnam akan stabil dan berkembang kembali.

Provinsi utara industri Vietnam - rumah bagi pabrik-pabrik utama seperti Samsung dan Foxconn - sangat terpukul oleh wabah terbaru.

Menurut media pemerintah, di seluruh negeri, puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan dengan bar dan restoran terpaksa ditutup di pusat-pusat utama seperti Hanoi dan Kota Ho Chi Minh serta pertemuan publik dibatalkan.

Kasus meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak April hingga mencapai hampir 9.000.

Menurut penghitungan AFP, meskipun jumlahnya rendah dibandingkan dengan sebagian besar tetangganya di Asia Tenggara, tingkat vaksinasi per kapita Vietnam adalah yang terendah di kawasan itu, dan di antara yang terendah di Asia.

Baca juga: Malta Catat Nol Kasus Infeksi Covid-19 Pertama Dalam 11 Bulan

Pemerintah komunis mengatakan pihaknya bertujuan untuk mengamankan 150 juta dosis vaksin tahun ini untuk mencakup 70 persen populasinya - dengan biaya USD1,1 miliar.

Namun hanya USD630 juta yang dialokasikan untuk pengadaan vaksin dalam anggaran.

"Kontribusi keuangan dari komunitas dan masyarakat diperlukan untuk memungkinkan peluncuran massal," kata Perdana Menteri Pham Minh Chinh kepada negara itu pada hari Sabtu selama siaran langsung untuk meluncurkan kampanye.

Pada hari Selasa (8/6/2021), lebih dari 231.000 individu dan organisasi telah menyumbangkan USD181 juta untuk kampanye tersebut.

"USD140 juta lainnya telah dijanjikan oleh bisnis," kata Kementerian Keuangan Vietnam seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca juga: Penderitaan RS di Gaza, Belum Tuntas Pandemi Covid-19, Datang Serangan Israel

Meski begitu, beberapa orang menolak berpartisipasi karena khawatir dengan bagaimana uang itu akan dibelanjakan.

"Saya tidak yakin apakah uang yang disumbangkan akan digunakan untuk tujuan tunggal membeli vaksin untuk menyuntik setiap warga negara. Saya rasa saya tidak memiliki cukup kepercayaan untuk memberi mereka uang saya," kata pekerja kantor Pham Mai Chi.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Iran Bertekad Jadi Vietnam...
Iran Bertekad Jadi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Kalah Perang Secara Memalukan
Gubernur di Korsel Usul...
Gubernur di Korsel Usul Impor Wanita Vietnam untuk Atasi Krisis Populasi, Picu Kemarahan
1.250 Orang Tewas Akibat...
1.250 Orang Tewas Akibat Banjir Besar di 6 Negara Asia, Apa Penyebabnya?
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved