Rusia Tuding Kebijakan AS Picu Ketegangan di Ukraina
Selasa, 08 Juni 2021 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Zelenskiy dan Biden mengadakan percakapan telepon pada hari Senin.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Joe Biden dari Amerika Serikat akan bertemu di Jenewa pada 16 Juni mendatang. Menurut layanan pers Kremlin, kedua pemimpin berencana untuk membahas prospek hubungan Rusia-AS, stabilitas strategis dan isu-isu global yang mendesak, termasuk memerangi pandemi virus Corona serta cara menyelesaikan konflik regional.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa Washington secara aktif berupaya meningkatkan bantuan keamanan ke Ukraina. Pernyataan ini datang di tengah masih tingginya ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, Blinken juga mengatakan bahwa Rusia masih meninggalkan sejumlah besar pasukan dan peralatan di dekat perbatasan Ukraina, meskipun mengumumkan penarikan bulan lalu.
"Dalam hal ancaman, itu tetap ada. Rusia telah menarik kembali beberapa pasukan tetapi pasukan signifikan tetap berada di perbatasan Ukraina," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.
"Rusia memiliki kapasitas dalam waktu yang cukup singkat untuk mengambil tindakan agresif jika memang diinginkan," sambungnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Joe Biden dari Amerika Serikat akan bertemu di Jenewa pada 16 Juni mendatang. Menurut layanan pers Kremlin, kedua pemimpin berencana untuk membahas prospek hubungan Rusia-AS, stabilitas strategis dan isu-isu global yang mendesak, termasuk memerangi pandemi virus Corona serta cara menyelesaikan konflik regional.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa Washington secara aktif berupaya meningkatkan bantuan keamanan ke Ukraina. Pernyataan ini datang di tengah masih tingginya ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, Blinken juga mengatakan bahwa Rusia masih meninggalkan sejumlah besar pasukan dan peralatan di dekat perbatasan Ukraina, meskipun mengumumkan penarikan bulan lalu.
"Dalam hal ancaman, itu tetap ada. Rusia telah menarik kembali beberapa pasukan tetapi pasukan signifikan tetap berada di perbatasan Ukraina," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.
"Rusia memiliki kapasitas dalam waktu yang cukup singkat untuk mengambil tindakan agresif jika memang diinginkan," sambungnya.
Lihat Juga :