Koalisi dengan Partai Yahudi Israel, Partai Islam Arab Pamerkan Wajah Asli Ikhwanul Muslimin

Selasa, 08 Juni 2021 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Di Tunisia, Rached Ghannouchi, saat ini ketua majelis nasional, telah berjuang untuk mendamaikan pandangan dunia Islam—sangat anti-Israel, anti-nasionalis, pan-Islam—dengan kompromi yang diperlukan untuk pemerintahan yang efektif setelah penggulingan rezim Ben Ali pada 2011.

Di Inggris, di mana beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin sekarang bermarkas, sebuah tinjauan oleh pegawai negeri senior dan diplomat dari jaringan Islam internasional menemukan bagian-bagiannya memiliki “hubungan ambigu dengan ekstremisme kekerasan".

Tinjauan tersebut mengidentifikasi struktur sel rahasia, dengan program induksi dan pendidikan yang rumit untuk anggota baru. Itu sangat bergantung pada solidaritas kelompok dan tekanan teman sebaya untuk mempertahankan disiplin. Struktur klandestin, terpusat, dan hierarkis ini bertahan hingga hari ini.

Di Turki, di mana elemen-elemen lain dari kepemimpinan Ikhwanul Muslimin berbasis, pemerintah Recep Tayyip Erdogan, pemimpin dari apa yang biasanya digambarkan sebagai partai AKP neo-Ottoman, telah menjalin hubungan politik dengan garis keras ultra-nasionalis.

Di Israel, tidak jelas kondisi apa yang bisa diperoleh Abbas sebagai imbalan atas partisipasinya dalam pemerintahan. Perhitungannya menjadi lebih sensitif mengingat pertempuran bulan lalu antara Israel dan warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dan Tepi Barat, wilayah yang direbut oleh Israel pada tahun 1967.

Selama 12 hari sejak 10 Mei, para pejuang yang setia kepada Hamas bertukar rudal dan tembakan artileri dengan IDF. Hampir 250 warga Palestina, setidaknya setengah dari mereka perempuan dan anak-anak, tewas dalam kekerasan tersebut. Di Israel setidaknya 12 orang tewas oleh roket Hamas.

Selama pertempuran, sebagian besar kota Arab dan campuran di dalam Israel, seperti Jaffa, Lod, Haifa, Acre dan Nazareth, dicekam oleh kerusuhan. Batalyon polisi perbatasan Israel dipindahkan dengan cepat kembali ke Israel untuk menangani kerusuhan, pembakaran mobil dan serangan terhadap gedung-gedung.

Warga Palestina yang tinggal di Israel menderita tingkat pengangguran yang lebih tinggi dan apa yang mereka anggap sebagai prasangka dan diskriminasi.

Merupakan 21 persen dari populasi, mereka umumnya lebih miskin dan kurang berpendidikan daripada orang Yahudi Israel—meskipun mereka memiliki standar hidup yang lebih baik daripada yang dinikmati oleh orang Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza dan di diaspora di tempat lain di dunia Arab.

Dengan latar belakang yang sulit ini, apa arti partisipasi Abbas dalam pemerintahan, dalam istilah praktis dan simbolis, bagi orang Israel, orang Palestina yang tinggal di Israel, dan orang Palestina di Tepi Barat dan Gaza?

“Di satu sisi, sebuah partai Palestina yang memasuki koalisi penting karena melanggar tabu dan menjadi preseden untuk masa depan,” kata analis ICG Zonszein kepada Arab News.

“Di sisi lain, belum ada alasan untuk percaya bahwa itu akan mengarah pada perubahan mendasar dalam kebijakan negara yang diskriminatif dan destruktif terhadap warga Palestina.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Houthi Sukses Serang...
Houthi Sukses Serang Pangkalan Udara Israel dengan Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved