Politik Internal Bergejolak, Kerusuhan Gaya Capitol Bayangi Israel

Minggu, 06 Juni 2021 - 15:21 WIB
loading...
Politik Internal Bergejolak,...
Kepala Keamanan Israel peringatkan kerusuhan bergaya penyerbuan Gedung Capitol bisa terjadi di tengah gejolak politik. Foto/NBC News
A A A
TEL AVIV - Pada 2 Juni, para pemimpin oposisi Israel mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membentuk koalisi besar yang dapat menggulingkan Perdana Menteri saat ini, Benjamin Netanyahu , yang telah berkuasa selama 12 tahun berturut-turut.

Menanggapi kondisi politik yang bergejolak, Kepala Badan Keamanan Israel Shin Bet, Nadav Argaman, menyatakan keprihatinannya tentang kemungkinan radikalisasi serius dalam hasutan dan wacana di media sosial Israel yang dapat menyebabkan kerusuhan bergaya penyerbuan Gedung Capitol di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 6 Januari lalu.

Pada 6 Januari, sekelompok besar pendukung Donald Trump mengepung gedung US Capitol untuk menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden 2020, yang oleh mantan presiden AS itu penuh dengan kecurangan.

Insiden itu berujung pada pemakzulan Donald Trump oleh Partai Demokrat di DPR karena menghasut pemberontakan, tetapi dia akhirnya dibebaskan di Senat.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa selama pidatonya pada 6 Januari, dia meminta para pendukungnya untuk memprotes secara damai dan patriotik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved