Pesawat Belarusia 'Haram' Masuk Langit Uni Eropa

Sabtu, 05 Juni 2021 - 11:47 WIB
loading...
Pesawat Belarusia Haram...
Belavia, maskapai nasional Belarusia. Foto/Reuters
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) telah melarang pesawat Belarusia dari langitnya atau mengakses bandaranya setelah memaksa pesawat Ryanair untuk mendarat dengan ancaman bom. Maskapai penerbangan Eropa juga sangat dianjurkan untuk menghindari terbang di atas negara bekas Soviet itu.

Negara-negara Uni Eropa sangat marah pada Belarusia karena memaksa pesawat Ryanair mendarat di Minsk bulan lalu dan kemudian menahan seorang jurnalis oposisi yang ada di dalamnya.

Roman Protasevich (26) sedang dalam penerbangan dari Yunani ke Lituania pada 23 Mei yang dialihkan karena ancaman bom. Protasevich dan pacarnya, Sofia Sapega, kemudian ditangkap setelah pesawat itu mendarat di ibu kota Belarusia, Minsk.

Baca juga: Demi Menangkap Oposisi Belarusia, Penerbangan Ryanair Diancam Bom

Uni Eropa telah menyetujui serangkaian sanksi ekonomi terhadap mereka yang terlibat dalam insiden tersebut. Badan ini sedang menyusun langkah-langkah lebih lanjut yang menargetkan rezim presiden Belarus Alexander Lukashenko.

Larangan Uni Eropa itu adalah bagian dari paket sanksi yang lebih luas terhadap Belarusia dan mulai berlaku pada Jumat tengah malam Waktu Eropa Tengah.

Larangan ini mengharuskan negara-negara anggota untuk menolak izin untuk mendarat, lepas landas dari atau terbang di atas wilayah mereka ke pesawat apa pun yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Belarusia. Penegakan atas larangan ini jatuh ke negara-negara anggota UE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Agnez Mo dan Anggun...
Agnez Mo dan Anggun C. Sasmi Tembus Hollywood, Main Bareng di Reacher Season 4
Pengelolaan Konflik...
Pengelolaan Konflik Kepentingan, Kemenhut Dorong Budaya Cinta Integritas
Bocor Surat Gianni Infantino...
Bocor Surat Gianni Infantino untuk Argentina usai Final Piala Dunia 2026, Isinya Bikin Heboh
Berita Terkini
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved