Permohonan Suaka Ditolak, Pria Murtad Ini Bakar Al-Qur'an di Swedia

Sabtu, 05 Juni 2021 - 00:40 WIB
loading...
Permohonan Suaka Ditolak,...
Pria murtad asal Maroko membakar Al-Quran setelah permohonan suakanya ditolak oleh Swedia. Foto/Tangkapan Layar YouTube Skeptic Mohamed
A A A
STOCKHOLM - Seorang pria Maroko yang keluar dari Islam atau murtad telah mengajukan permohonan suaka di Swedia dengan alasan jadi target penganiayaan atas keraguan agamanya. Namun permohonannya ditolak dan dia membakar salinan kitab suci Al-Qur'an sebagai protes.

Aksinya membakar kitab suci itu dia rekam dan videonya dirilis di YouTube.

Baca juga: Tentara Israel Tewas di Penjara Militer Diduga Bunuh Diri, IDF Menutupinya

Pria itu datang ke Swedia dari Maroko dua tahun lalu dengan visa turis dan mencari suaka, dengan alasan mendapat penganiayaan di negara asalnya karena "keraguan agamanya".

Namun, Badan Migrasi Swedia menolak permohonan suakanya. Dia mengajukan banding, tapi Pengadilan Banding Migrasi mendukung keputusan sebelumnya.

Pengadilan Banding memutuskan bahwa "masuk akal" untuk menuntutnya kembali ke Maroko serta berharap bahwa dia tidak menonjolkan diri dan menahan diri dalam kritiknya terhadap Islam dan monarki untuk menghindari tindakan memprovokasi terhadapnya oleh individu dan otoritas.

Sebagai tanggapan, pria itu merekam video dirinya membakar salinan Al-Qur'an di area barbekyu dan mengunggahnya di YouTube dengan menggunakan nama Skeptic Mohamed.

Pria yang menggambarkan dirinya sebagai seorang mantan Muslim, seorang ateis, seorang sekularis, seorang metalhead, dan seorang skeptis, berpendapat bahwa tindakan penistaan kitab suci itu adalah tentang mempertahankan haknya untuk mendapatkan suaka.

"Ini secara dramatis dapat meningkatkan kekhawatiran keamanan saya bahkan di sini di Swedia. Saya memiliki kewajiban untuk melindungi martabat, keselamatan, dan kebebasan saya, yang sama sekali tidak mungkin di negara mayoritas Muslim seperti Maroko pada saat ini," katanya.

Baca juga: Jenderal AS Kecam 16 Pesawat Militer China Terobos Langit Malaysia

"Ini juga bertentangan dengan Otoritas Migrasi Swedia yang secara eksplisit mendiskriminasi saya karena saya mantan Muslim ateis," katanya.

"Saya sangat menolak untuk tutup mulut dan bersembunyi seperti yang diminta otoritas suaka Swedia untuk saya lakukan dan mempertimbangkan persyaratan 'masuk akal' sementara Islamofassis dan teroris Islam yang menginginkan kita mati diizinkan untuk tinggal di Swedia setelah mereka menghancurkan puluhan negara mayoritas Muslim," imbuh dia, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (4/6/2021).

Tindakan pria yang menggunakan nama Skeptic Mohamed itu telah menarik perhatian media. Antara lain, surat kabar Aftonbladet yang menekankan bahwa Pengadilan Banding Migrasi sebelumnya memutuskan bahwa "tidak mungkin memaksa orang yang benar-benar yakin untuk menyembunyikan, mengubah, atau menjauhkan diri dari pandangan hidup mereka".

Lebih jauh, jurnalis surat kabar tersebut; Thord Eriksson, memberanikan diri untuk mengatakan bahwa pria itu pasti mengalami kemalangan karena menghadapi tembok birokrasi para penolak suaka dan bahwa video klipnya mengganggu citra diri Swedia sebagai pembela hak asasi manusia.

Dalam komentar video tersebut, reaksi agak terpolarisasi, mulai dari kekaguman, rasa hormat, dan dukungan hingga kritik, kecaman, dan kegembiraan.

Sejauh ini, penistaan Al-Qur'an di Skandinavia telah menjadi pokok dari organisasi anti-Islam sayap kanan, seperti partai Garis Keras Denmark yang dipimpin oleh Rasmus Paludan atau Stop Islamization of Norway (SIAN), yang keduanya melihat pembakaran Al-Qur'an sebagai cara dari pelaksanaan kebebasan berbicara.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Tentara AS Hilang...
2 Tentara AS Hilang dalam Latihan Perang di Maroko, Diduga Jatuh ke Laut
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Negara NATO Ini Ingin...
Negara NATO Ini Ingin Beli Rudal yang Mampu Menghancurkan Rusia
Profil Mark A Gabriel,...
Profil Mark A Gabriel, Penceramah Murtad dan Pengkritik Islam yang Klaim Lulusan Al-Azhar
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved