Awas, Kapal Tanker Minyak Yaman FSO Safer Bisa Meledak Kapan Saja

Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:04 WIB
loading...
Awas, Kapal Tanker Minyak...
Citra satelit pada 15 Juli 2020 menunjukkan kapal tanker minyak FSO Safer di terminal lepas pantai Ras Isa, Yaman. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Greenpeace memperingatkan satu kapal tanker bahan bakar yang telah lama ditinggalkan di lepas pantai Yaman yang dilanda perang dapat "meledak kapan saja".

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didesak segera bertindak mencegah tumpahan minyak yang dahsyat di Laut Merah akibat kapal tersebut.

Kapal bahan bakar FSO Safer berusia 45 tahun itu memuat 1,1 juta barel minyak mentah dan telah ditinggalkan di dekat pelabuhan barat Yaman, Hodeida sejak 2015.

Baca juga: Kebakaran Hebat Kilang Minyak Iran Memasuki Hari Kedua

“FSO Safer berkarat di jangkar dan bisa pecah atau meledak kapan saja,” ungkap juru bicara Greenpeace Ahmed El Droubi.

Baca juga: Kebakaran Besar Melahap Kilang Minyak Dekat Teheran Iran

"Ini bukan jika, tapi kapan," tegas Droubi.

Baca juga: Sosok Isaac Herzog, Presiden Baru Israel Cucu Eks Rabi Yahudi Palestina

Dewan Keamanan PBB bertemu pada Kamis malam setelah milisi Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman menyatakan kesepakatan untuk mengizinkan misi PBB memeriksa kapal tanker itu "mencapai jalan buntu."

Secara efektif jadi tempat penyimpanan terapung, kapal itu hampir tidak ada pemeliharaan selama enam tahun, dan sekarang para pemerhati lingkungan memperingatkan bahwa kapal bisa pecah kapan saja.

Greenpeace mengatakan selain korosi pada kapal yang berkarat, pekerjaan penting untuk mengelola gas yang mudah meledak di tangki penyimpanannya telah diabaikan.

Jennifer Morgan, direktur eksekutif Greenpeace Internasional, mengatakan, “PBB harus bertindak sekarang untuk menghindari apa yang bisa menjadi bencana minyak terbesar di kawasan itu selama beberapa dekade.”

“Solusinya tersedia, keahlian dan teknologi untuk membantu diketahui,” ujar Morgan.

PBB mengatakan tumpahan minyak akan menghancurkan ekosistem Laut Merah, membunuh industri perikanan dan menutup pelabuhan Hodeida selama enam bulan.

Houthi menyerukan pemeriksaan dan pemeliharaan segera kapal tanker itu, tetapi PBB mengatakan harus ada penilaian yang tidak memihak sebelum pekerjaan pemeliharaan dapat dimulai dengan aman.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Iran Tuding AS Langgar...
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata dengan Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Respons RI usai...
Ini Respons RI usai 2 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS dan Masuk Perairan Indonesia
Tembus Blokade AS, Kapal...
Tembus Blokade AS, Kapal Tanker Iran Kedua Memasuki Selat Lombok Indonesia
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved