Selidiki Asal Usul COVID-19, China Ingatkan AS Dapat Bernasib Seperti Napoleon

Selasa, 01 Juni 2021 - 22:29 WIB
loading...
A A A
Artikel di The Global Times juga menyoroti fakta bahwa badan intelijen AS, CIA, dan badan intelijen lainnya memiliki catatan panjang memalsukan kebohongan untuk tujuan politik.

Situasi saat ini disamakan dengan klaim Washington pada Februari 2003 bahwa Irak, yang saat itu dipimpin oleh Presiden Saddam Hussain, diduga memiliki senjata pemusnah massal (WMD) yang digunakan untuk membenarkan invasinya ke negara tersebut.

Colin Powell, Menteri Luar Negeri AS saat itu, memberikan sebotol bubuk putih di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan alasan bahwa rezim Irak merupakan ancaman yang akan segera terjadi, namun WMD tidak pernah ditemukan.

Baca juga: Biden pada Militer AS: Xi Jinping Percaya China Akan Miliki Amerika dalam 10 Tahun

Pada kesempatan ini, tulis artikel tersebut, akan lebih sulit untuk memalsukan bukti untuk mengelabui masyarakat internasional.

“Badan intelijen AS keluar lagi tetapi telah kehilangan kredibilitas mereka di awal perlombaan ini,” tulis opini tersebut.

Sebagai kesimpulan, klaim opini bahwa Washington telah menjadi terlalu arogan untuk mengakui bahwa tuduhannya terhadap China telah menjadi pertaruhan politik untuk dirinya sendiri.

Menekankan bahwa AS telah menempatkan dirinya dalam status berbahaya, artikel itu memperingatkan Washington bahwa ia dapat bertemu Waterloo dalam pertempuran ini, menyalahgunakan kekuatan lunaknya sampai kehilangan semua kredibilitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved