Setelah Perang Berdarah 11 Hari, Hamas Ajak Israel Tukar Tawanan
Selasa, 01 Juni 2021 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sekitar 1.000 sasaran di Gaza. Lebih dari 250 orang tewas, sebagian besar dari mereka adalah warga Palestina yang tinggal di Gaza yang dikuasai Hamas, dan sebagian wilayah mengalami kerusakan parah.
Di Israel, 13 orang tewas termasuk seorang tentara militer.
"Hari ini, dengan rahmat Allah, setelah kemenangan Mei 2021 ini, perjuangan Palestina kami membuat kemajuan yang nyata dan jelas," kata Sinwar, seperti dikutip ABC, Selasa (1/6/2021).
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Berbicara kepada wartawan asing pada hari Senin, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa setiap rekonstruksi Gaza akan bergantung pada kemajuan dalam masalah pemulangan tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas.
“Kami bersedia membantu memperbaiki daerah itu, membangunnya kembali, dan lain-lain. Tapi itu dikondisikan dengan kembalinya anak laki-laki kami ke rumah, para tentara yang diculik,” katanya.
Gantz juga mengatakan aturan telah berubah dalam hubungan Israel dengan Hamas dan berjanji akan memberikan tanggapan yang jauh lebih keras terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata baru.
"Kami akan membalas secara brutal, tapi kami akan melakukannya di waktu kami sendiri dan tidak akan menerima kenyataan sebelumnya untuk muncul lagi," katanya.
Sebelumnya pada hari Senin, pejabat senior Hamas lainnya mengatakan Israel harus menghentikan "agresi" di Gaza dan Yerusalem jika ingin ketenangan setelah pertempuran bulan ini di Jalur Gaza.
"Kami membahas beberapa file, yang paling penting kebutuhan untuk mewajibkan pendudukan menghentikan agresinya di Gaza, Yerusalem, Sheikh Jarrah dan seluruh Palestina," kata Khalil al-Haya kepada wartawan.
Dia mengatakan Israel juga harus sepenuhnya mencabut blokade yang diberlakukannya. Gaza dikuasasi Hamas setelah merebut kekuasaan dari rival Palestina-nya, faksi Fatah, pada 2007.
Di Israel, 13 orang tewas termasuk seorang tentara militer.
"Hari ini, dengan rahmat Allah, setelah kemenangan Mei 2021 ini, perjuangan Palestina kami membuat kemajuan yang nyata dan jelas," kata Sinwar, seperti dikutip ABC, Selasa (1/6/2021).
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Berbicara kepada wartawan asing pada hari Senin, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan bahwa setiap rekonstruksi Gaza akan bergantung pada kemajuan dalam masalah pemulangan tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas.
“Kami bersedia membantu memperbaiki daerah itu, membangunnya kembali, dan lain-lain. Tapi itu dikondisikan dengan kembalinya anak laki-laki kami ke rumah, para tentara yang diculik,” katanya.
Gantz juga mengatakan aturan telah berubah dalam hubungan Israel dengan Hamas dan berjanji akan memberikan tanggapan yang jauh lebih keras terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata baru.
"Kami akan membalas secara brutal, tapi kami akan melakukannya di waktu kami sendiri dan tidak akan menerima kenyataan sebelumnya untuk muncul lagi," katanya.
Sebelumnya pada hari Senin, pejabat senior Hamas lainnya mengatakan Israel harus menghentikan "agresi" di Gaza dan Yerusalem jika ingin ketenangan setelah pertempuran bulan ini di Jalur Gaza.
"Kami membahas beberapa file, yang paling penting kebutuhan untuk mewajibkan pendudukan menghentikan agresinya di Gaza, Yerusalem, Sheikh Jarrah dan seluruh Palestina," kata Khalil al-Haya kepada wartawan.
Dia mengatakan Israel juga harus sepenuhnya mencabut blokade yang diberlakukannya. Gaza dikuasasi Hamas setelah merebut kekuasaan dari rival Palestina-nya, faksi Fatah, pada 2007.
Lihat Juga :