Qatar Mengaku Tidak Melihat Alasan untuk Pulihkan Hubungan dengan Suriah

Minggu, 30 Mei 2021 - 20:54 WIB
loading...
Qatar Mengaku Tidak...
Qatar mengatakan tidak memiliki rencana untuk menormalkan hubungan dengan Suriah. Foto/REUTERS
A A A
DOHA - Qatar tidak memiliki rencana untuk menormalkan hubungan dengan Suriah. Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Pernyataan Doha datang tidak lama setelah Presiden Suriah, Bashar al-Assad diumumkan kembali memenangkan pemilihan umum di Suriah, yang dianggap lelucon oleh negara Teluk, Eropa, dan Barat.

"Sejauh ini kami tidak melihat apa pun di cakrawala untuk solusi politik yang dapat diterima oleh rakyat Suriah, pendekatan dan perilaku (rezim) tidak berubah," kata Mohammed, seperti dilansir Reuters pada Minggu (30/5/2021).

"Tidak ada motivasi bagi kami untuk membangun kembali hubungan dengan rezim Suriah saat ini. Rezim Suriah melakukan kejahatan terhadap rakyatnya," sambungnya. Baca juga: Assad Menang Telak Pilpres Suriah dengan Meraih 95,1% Suara

Qatar termasuk di antara beberapa negara kawasan, termasuk Arab Saudi yang mendukung pemberontak dalam perang saudara Suriah yang telah berlangsung selama satu dekade.

Beberapa seperti Uni Emirat Arab (UEA) telah berusaha untuk menormalkan hubungan, setelah Assad mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar wilayah Suriah. Baca juga: Diduga Korban Perdagangan Orang, 22 Pekerja Migran di Suriah Dipulangkan

UEA membuka kembali misinya ke Damaskus pada akhir 2018 dalam upaya untuk melawan pengaruh aktor non-Arab seperti Iran, yang bersama dengan Rusia mendukung Assad, dan Turki, yang mendukung pemberontak. UEA memiliki kuasa usaha di Suriah.

Sejauh ini hanya Oman, negar Arab yang masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Damaskus. Oman kembali menempatkan Duta Besar di Suriah pada tahun 2020 lalu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Iran Siap Selesaikan...
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved