Kapal Sarat Penumpang Tenggelam di Sungai Nigeria, 60 Tewas

loading...
Kapal Sarat Penumpang Tenggelam di Sungai Nigeria, 60 Tewas
Sebuah kapal sarat penumpang hancur dan tenggelam setelah menabrak sebuah benda di sungai Nigeria, 60 tewas. Foto/Ilustrasi/Sindonews
LAGOS - Pihak berwenang Nigeria mengonfirmasi bahwa sedikitnya 60 orang tewas dalam kecelakaan sebuah kapal di Sungai Niger dan 83 penumpang yang hilang juga dikhawatirkan tewas.

Kapal dengan lebih dari 160 penumpang, termasuk banyak anak-anak dan wanita, tenggelam setelah menabrak sebuah benda dan hancur pada Rabu lalu saat melakukan perjalanan di sepanjang sungai terbesar Nigeria di negara bagian Kebbi, di bagian barat laut negara itu.

Tim penyelamat darurat melanjutkan upaya pencarian korban pada hari Jumat. Jenazah dibawa dari perahu tim di dekat tepi sungai ke ambulans yang sudah menunggu.



Menurut Sani Dododo, ketua Badan Manajemen Darurat Negara Kebbi, tim penyelamat menemukan 55 jenazah pada hari Kamis sehingga sejauh ini jumlah korban tewas menjadi 60.

Baca juga: Pesawat Jatuh, 11 Tewas Termasuk Jenderal Tertinggi AD Nigeria

"Kami berharap dapat menemukan lebih banyak jenazah pada hari Jumat," katanya seperti dikutip dari AP, Sabtu (29/5/2021).

Dododo menambahkan bahwa dia khawatir 83 penumpang yang masih hilang mungkin tidak ditemukan dalam keadaan hidup.

Dua puluh dua penumpang diselamatkan tak lama setelah kecelakaan itu, tetapi tidak ada orang lain yang diselamatkan hidup-hidup sejak saat itu.

Di antara korban tewas adalah seorang bayi berusia kurang dari satu tahun.

"Upaya pencarian korban berjalan lambat karena sungai saat ini tinggi dan bergerak dengan deras sehingga membahayakan penyelam dan pekerja kapal," kata Dododo.



Baca juga: Ibu Dua Anak Ini Tewas saat Gituan dengan Pria Selingkuhannya

Tidak jelas apa yang menyebabkan kapal tersebut hancur saat melakukan perjalanan dari negara bagian Niger, Nigeria ke kota Wara di negara bagian Kebbi.

Kecelakaan kapal sering terjadi di Nigeria, terutama di Sungai Niger, dengan penyebabnya termasuk kelebihan muatan, kondisi buruk kapal, dan puing-puing di bawah air yang sering ditabrak kapal.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top