Soal Rusia Musuh AS, Pentagon Beda Pendapat dengan Washington

Kamis, 27 Mei 2021 - 23:14 WIB
loading...
Soal Rusia Musuh AS,...
Pentagon menolak klaim Washington yang memandang Rusia sebagai musuh. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau kerap disebut sebagai Pentagon menolak klaim Washington yang memandang Rusia sebagai musuh. Pentagon menolak anggapan bahwa Serbia, negara yang dianggap sebagai sekutu, bersalah karena bersahabat dengan 'musuh' setelah melakukan serangkaian latihan militer bersama pasukan Rusia.

Berbicara kepada wartawan pada jumpa pers, Sekretaris Pers Pentagon John F. Kirby ditanyai tentang latihan, yang memperlihatkan pasukan elit Rusia berlatih dengan rekan-rekan mereka di negara Balkan itu. Permainan perang itu bertepatan dengan latihan kolosal pimpinan Angkatan Darat AS, yang dijuluki Defender-Europe 2021, yang diadakan di seluruh benua.

Seorang reporter menunjukkan bahwa Serbia adalah anggota program Kemitraan NATO untuk Perdamaian, yang dirancang untuk meningkatkan hubungan bilateral antara blok tersebut dan negara-negara Eropa lainnya. Menggambarkan NATO sebagai sebuah organisasi yang dibentuk untuk memerangi Rusia, reporter itu mempertanyakan apakah keputusan itu sama dengan berlatih dengan musuh.

Baca juga: Pentagon Gunakan 'Pasukan Rahasia' Terbesar di Dunia untuk Operasi Domestik dan Luar Negeri

"Tidak ada yang menyebut Rusia sebagai musuh...itu bukan frasa yang akan kami gunakan untuk menyebut Rusia," ujar Kirby.

"Saya akan membiarkan kedua negara berdaulat ini berbicara tentang latihan dan hubungan bilateral mereka," imbuh Kirby bersikeras bahwa itu adalah pertanyaan bagi mereka sendiri seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/5/2021).

Gagasan bahwa negara-negara yang menandatangani prakarsa Kemitraan untuk Perdamaian NATO harus secara otomatis mengambil sikap bermusuhan terhadap Moskow mengabaikan fakta bahwa Rusia adalah negara pertama yang pernah mendaftar ke program tersebut pada tahun 1994. Tujuan yang dinyatakan dari kolaborasi tersebut adalah memperluas dan mengintensifkan kerja sama politik dan militer di Eropa, meningkatkan stabilitas, mengurangi ancaman terhadap perdamaian, dan membangun hubungan keamanan yang diperkuat.

Sebelumnya latihan militer bersama antara Rusia dan Serbia telah menyebabkan kekhawatiran di negara-negara tetangga, dengan anggota parlemen Kroasia Marijana Petir menggambarkan latihan perang tahun 2016 sebagai "menusuk mata Barat".

Baca juga: Bersitegang dengan AS, Rusia Akan Kerahkan Satu Skudron Jet Tempur Su-34 ke Arktik

Namun, latihan Defender-Europe 2021 yang dipimpin Washington, ditafsirkan serupa di Rusia sebagai unjuk kekuatan di depan pintunya. Angkatan Darat AS mengatakan bahwa latihan tersebut, yang berlangsung hingga Mei, menunjukkan kemampuan mereka untuk menjadi mitra keamanan strategis di kawasan Balkan barat dan Laut Hitam sambil mempertahankan kemampuan AS di Eropa utara, Kaukasus, Ukraina, dan Afrika.

Pada 2019, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ketegangan dengan Rusia bukan lagi ancaman keamanan utama Barat.

“Siapa musuh NATO? Rusia bukan lagi musuh. Ini tetap menjadi ancaman tetapi juga merupakan mitra di area tertentu," ujarnya.

"Musuh kita hari ini terorisme internasional, terutama terorisme Islam," imbuhnya.

Baca juga:Rusia: AS Kembangkan Rencana Senjata Biologis Individual
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved