Ngamuk, Bos Mafia Turki Ancam Umbar Borok Rezim Erdogan
Kamis, 27 Mei 2021 - 19:41 WIB
loading...
Bos mafia ternama Turki, Sedat Peker, yang mengasingkan diri di Dubai. Foto/Ahval News
A
A
A
ANKARA - Bos mafia ternama Turki, Sedat Peker, mengumbar pernyataan perang terhadap rezim pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan. Dia mengancam akan membeberkan rahasia buruk dari pemerintah kepada publik.
Ancaman itu disampaikan dalam beberapa posting-an di Twitter. Dia mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi "setan'' terbesar bagi Turki jika pemerintahan di Ankara menggunakan taktik tidak terhormat melawan dirinya. Dia juga mengaku siap kehilangan nyawa untuk menjadi martir atas tindakan tersebut.
Baca juga: Perwira Pasukan Khusus Selamatkan Bayi dari Teroris, 17 Tahun Kemudian Bertemu Lagi
Pernyataan bos mafia yang tengah mengasingkan diri di Dubai itu muncul beberapa jam setelah Presiden Erdogan menyatakan dukungan kepada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu. Menteri itu menjadi sasaran serangan Sedat Peker dalam sebuah video yang telah menghebohkan masyarakat Turki soal kasus-kasus korupsi. Soylu telah membantah video yang dibuat oleh Sedat Peker.
Peker, yang kini berusia 49 tahun, juga menebar isu bahwa para pejabat pemerintah Turki telah terlibat dalam serangkaian kejahatan, termasuk di antaranya sejumlah pembunuhan, korupsi dan perdagangan kokain dari Amerika Latin.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, seekor anjing yang tidak tahu bagaimana menggonggong telah memanggil serigala untuk pulang, '' kata Peker, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis keras Presiden Erdogan. Dia juga mengancam akan membocorkan rahasia pemerintah lainnya.
Ancaman itu disampaikan dalam beberapa posting-an di Twitter. Dia mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi "setan'' terbesar bagi Turki jika pemerintahan di Ankara menggunakan taktik tidak terhormat melawan dirinya. Dia juga mengaku siap kehilangan nyawa untuk menjadi martir atas tindakan tersebut.
Baca juga: Perwira Pasukan Khusus Selamatkan Bayi dari Teroris, 17 Tahun Kemudian Bertemu Lagi
Pernyataan bos mafia yang tengah mengasingkan diri di Dubai itu muncul beberapa jam setelah Presiden Erdogan menyatakan dukungan kepada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu. Menteri itu menjadi sasaran serangan Sedat Peker dalam sebuah video yang telah menghebohkan masyarakat Turki soal kasus-kasus korupsi. Soylu telah membantah video yang dibuat oleh Sedat Peker.
Peker, yang kini berusia 49 tahun, juga menebar isu bahwa para pejabat pemerintah Turki telah terlibat dalam serangkaian kejahatan, termasuk di antaranya sejumlah pembunuhan, korupsi dan perdagangan kokain dari Amerika Latin.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, seekor anjing yang tidak tahu bagaimana menggonggong telah memanggil serigala untuk pulang, '' kata Peker, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis keras Presiden Erdogan. Dia juga mengancam akan membocorkan rahasia pemerintah lainnya.
Lihat Juga :