Turki Luncurkan Rudal Hipersonik Pertamanya, Ini 3 Keunggulannya

Rabu, 06 Mei 2026 - 09:39 WIB
loading...
Turki Luncurkan Rudal...
Turki luncurkan rudal hipersonik pertamanya. Foto/Anadolu
A A A
ISTANBUL - Turki meluncurkan rudal balistik antarbenua pertamanya, yang menurut para pejabat akan secara signifikan meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh negara tersebut. Turki klaim tak akan ragu menggunakannyan jika terancam.

Turki Luncurkan Rudal Hipersonik Pertamanya, Ini 3 Keunggulannya

1. Mampu Meluncur hingga 6.000 Km

Rudal tersebut, yang diberi nama Yildirimhan, dipresentasikan di pameran industri pertahanan SAHA 2026 di Istanbul pada hari Selasa, menurut laporan media lokal. Dikembangkan oleh kontraktor pertahanan ROKETSAN, rudal ini memiliki jangkauan sekitar 6.000 km (3.720 mil).

Menteri Pertahanan Yasar Guler menggambarkan Yildirimhan sebagai rudal jarak jauh terpanjang yang pernah dimiliki negara itu dan desain berbahan bakar cair pertama yang mampu terbang hipersonik. Ia mengatakan ICBM tersebut merupakan "langkah besar" dalam kemampuan pertahanan negara dan terutama dipandang sebagai senjata pencegah, tetapi memperingatkan bahwa rudal tersebut akan digunakan secara ofensif jika perlu.

"Jika kita harus menggunakannya, jangan ada yang meragukan bahwa kita akan melakukannya tanpa ragu-ragu, dan dengan cara yang paling efektif," kata Guler.


2. Dibuat secara Lokal

Menteri tersebut mengatakan industri pertahanan nasional telah meningkatkan kapasitas produksi secara tajam, dan sistem militer Turki telah membuktikan diri "di wilayah konflik paling sulit di dunia."

Guler juga mengklaim bahwa platform buatan lokal, yang dikembangkan sesuai standar NATO dan dengan biaya lebih rendah, "secara langsung memengaruhi kemampuan militer" tentara asing, dan bahwa Turki telah beralih dari pembeli yang sebagian besar bergantung pada impor menjadi negara yang "merancang, memproduksi, dan mengekspor sistemnya sendiri."

3. Dipercepat karena Perang Iran

Peluncuran ICBM ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Setelah dimulainya perang AS-Israel di Iran pada akhir Februari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak diakhirinya pertempuran sebelum seluruh wilayah tersebut dilanda konflik.

Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dilaporkan kemudian mengakui bahwa perang Iran telah memberikan Ankara insentif yang lebih besar untuk mempercepat produksi senjata dan pertahanan udara dalam negeri.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Ganggu Messi, FIFA Selidiki...
Ganggu Messi, FIFA Selidiki Dugaan Rasisme IShowSpeed di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved