Inilah Yildirimhan, Rudal Balistik Antarbenua Turki yang Diklaim Mampu Serang Daratan AS

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:53 WIB
loading...
Inilah Yildirimhan,...
Rudal balistik antarbenua (ICBM) Y?ld?r?mhan milik Turki diklaim mampu menyerang daratan Amerika Serikat. Foto/TRT Haber
A A A
ANKARA - Rudal balistik antarbenua (ICBM) Yıldırımhan Turki yang baru diluncurkan menarik perhatian dunia internasional bukan hanya karena klaimnya yang berani, tetapi juga karena video promosi kontroversial yang dihasilkan oleh articial intelligence (AI). Para pakar pertahanan tetap tidak yakin tentang kemampuan yang diproyeksikan dari rudal tersebut.

Upacara peluncuran tersebut menuai kritik setelah sebuah video AI menunjukkan rudal tersebut menghantam sekutunya, Amerika Serikat, menurut laporan Financial Times.

Baca Juga: Turki Luncurkan Rudal Hipersonik Pertamanya, Ini 3 Keunggulannya

Rudal tersebut diperkenalkan di "SAHA 2026 Defence and Aerospace Exhibition" yang diselenggarakan oleh pusat penelitian Kementerian Pertahanan Turki. Rudal tersebut dipresentasikan dengan klaim bahwa rudal tersebut dapat menempuh jarak hingga 6.000 kilometer sambil membawa hulu ledak 3.000 kg dengan kecepatan mencapai 25 kali kecepatan suara. Jika berhasil, proyek ini akan menempatkan Turki di antara sejumlah kecil negara yang mampu mengembangkan rudal balistik jarak jauh.

Yang lebih menarik perhatian di acara besar itu adalah ketika video buatan AI yang digunakan selama presentasi tampak menunjukkan rudal tersebut menghantam target di AS. Namun, jarak Turki-AS sekitar 7.800km hingga 9.000 km sehingga video tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang validitas dari kemampuan sebenarnya ICBM Yildirimhan.

Setelah kontroversi tersebut, pejabat Turki kini telah mengonfirmasi bahwa prototipe rudal Yıldırımhan yang sepenuhnya operasional belum dibangun atau diuji.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved