Bos Mafia yang Ditakuti Tertangkap, Italia Semringah

Rabu, 26 Mei 2021 - 18:31 WIB
loading...
Bos Mafia yang Ditakuti...
Italia menyambut baik tertangkapnya Rocco Morabito, orang nomor dua dalam daftar buronan paling berbahaya, di Brasil. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
ROMA - Jaksa dan polisi Italia menyambut gembira atas penangkapan bos mafia terkemuka di Brasil yang telah menghindari keadilan di Italia selama hampir 30 tahun.

Rocco Morabito, orang nomor dua dalam daftar buronan paling berbahaya Kementerian Dalam Negeri Italia, ditangkap Senin lalu di timur laut Brasil.

Penangkapannya terjadi hampir dua tahun setelah pelariannya yang berani dari penjara di Uruguay, di mana dia menunggu ekstradisi ke Italia.

Morabito - dianggap sebagai "capo" atau kapten dari kelompok kejahatan terorganisir 'Ndrangheta - ditemukan di kota Joao Pessoa bersama dengan buronan Italia lainnya, menyusul operasi global yang melibatkan Italia, Uruguay, dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Brazil Tangkap Bos Mafia Ndrangheta Italia yang Sangat Ditakuti

Dijuluki "raja kokain", dia telah dicari sejak tahun 1994 oleh otoritas Italia, yang selama beberapa dekade telah mencoba untuk perlahan-lahan menghancurkan 'Ndrangheta, sindikat mafia paling kuat di negara yang tentakelnya menjangkau jauh melampaui basis historisnya di wilayah Calabria.

"Morabito adalah salah satu perantara terpenting dalam perdagangan narkotika," kata Giovanni Bombardieri, kepala jaksa penuntut di kota Reggio Calabria Italia selatan, selama konferensi pers secara online seperti dikutip dari France24, Rabu (26/5/2021).

Investigasi yang dimulai sesaat setelah pelariannya dari penjara pada 2019 menunjukkan bahwa Morabito berada di Brasil, kata Pasquale Angelosanto, komandan unit operasi khusus carabinieri Italia, yang menangani kejahatan terorganisir.

Jaksa Uruguay mengatakan bahwa Morabito akan diekstradisi langsung dari Brasil ke Italia, di mana dia telah melakukan kejahatan paling serius dan dapat menghadapi hukuman penjara 30 tahun.

Morabito tampaknya bersembunyi di depan mata, kata Massimiliano D'Angelantonio dari unit operasi khusus.

Baca juga: Sipir Wanita Ini Berhubungan Intim dengan Mafia yang Ditakuti di Penjara

"Dia menjalani kehidupan yang cukup normal, pergi ke pantai, sering mengunjungi tempat-tempat lokal. Dia tampaknya tidak hidup seperti buronan tetapi memiliki kehidupan sosial yang normal," kata D'Angelantonio.

Di antara kejahatan lainnya, Morabito dituduh memastikan pengangkutan narkoba ke Italia dan penjualannya di Milan, serta berusaha mengimpor 592 kilogram kokain dari Brasil pada tahun 1992 dan 630 kilogram setahun kemudian.

Sebelum penangkapannya di sebuah hotel Montevideo pada September 2017, Morabito telah hidup selama 13 tahun dengan identitas palsu di kota resor Punta del Este di Uruguay.

Pada 2015, pengadilan Italia menghukumnya 28 tahun penjara secara in absentia, kemudian meningkat menjadi 30 tahun.

Baca juga: Buronan Mafia Tertangkap setelah Posting Keahlian Memasak di YouTube

Pembobolan penjara yang berani dilakukan oleh Morabito dan tiga narapidana lainnya pada tahun 2019. Mereka melarikan diri melalui lubang di atap, memicu perburuan besar-besaran di Uruguay dan mendorong pengunduran diri kepala penjara negara itu.

Berasal dari kota Africo di Calabria, Morabito tiba di ibu kota bisnis Italia di Milan pada usia 23 tahun. Ia dengan cepat mengukir reputasi untuk dirinya sendiri.

Dijuluki "U Tamunga" mengacu pada kendaraan militer Jerman, DKW Munga, Morabito muda menjadi sosok karismatik di Milan yang segera menarik perhatian penyidik anti-mafia.

Pada bulan Oktober 1994, polisi mulai bergerak setelah salah satu koper regulernya yang berisi jutaan lira ke pengedar narkoba Kolombia di Milan terbongkar. Namun ia berhasil melarikan diri.

Baca juga: Bos Mafia Tersohor Italia Meninggal di Penjara, Dia Lebih Kuat dari PM
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved