Sejoli India Nikah di Pesawat, Pamer Melanggar Aturan COVID-19

Rabu, 26 Mei 2021 - 00:00 WIB
loading...
Sejoli India Nikah di...
Pasangan di India pamer melanggar aturan pencegahan COVID-19 dengan menggelar pesta pernikahan di pesawat. Foto/Twitter/Donthu Ramesh
A A A
NEW DELHI - Sejoli atau pasangan di India menyewa pesawat Boeing 737 untuk menggelar pesta pernikahan di udara. Aksi mereka menjadi pusat perhatian publik dan dilaporkan ke polisi atas tuduhan memamerkan pelanggaran aturan pembatasan untuk pencegahan COVID-19 .

Dalam video klip tujuh detik dari upacara pernikahan di udara yang dibagikan oleh pengguna Twitter; Donthu Ramesh, pasangan yang dikenal sebagai Rakesh dan Dakshina dari Madurai itu bersama dengan tamu mereka selama upacara tanpa masker wajah atau pun menjaga jarak.

Baca juga: Yisroel Weiss, Rabi Yahudi yang Sebut Israel Monster dan Harus Dihapus dari Peta

Dilaporkan bahwa lebih dari 100 tamu terlibat dalam upacara pernikahan di tengah penerbangan. Aturan di India, jumlah massa yang diizinkan berkumpul untuk sebuah acara besar hanya 50 orang.

Mengutip Times of India, Selasa (25/5/2021), pasangan itu memesan penerbangan sewaan dari SpiceJet Airlines yang lepas landas dari Madurai di negara bagian Tamil Nadu pada hari Minggu.

Penerbangan tersebut memakan waktu sekitar dua jam dengan jalur penerbangannya termasuk melewati kuil Hindu bersejarah, Meenakshi Amman, sebelum kembali ke Madurai.

Menyusul insiden tersebut, seorang pejabat senior Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) India mengatakan bahwa awak maskapai yang terlibat dalam pernikahan di udara tersebut telah dicabut lisensinya.

"Maskapai juga telah diarahkan untuk mengajukanaduan terhadap mereka yang tidak mengikuti pembatasan COVID-19 dengan otoritas terkait," kata pejabat itu.

Sementara itu, juru bicara SpiceJet Airlines mengatakan bahwa Boeing 737 mereka dipesan dengan dalih untuk perjalanan pasca-pernikahan.

“Agen dan penumpang tamu diberi pengarahan secara detail, baik secara tertulis maupun lisan, tentang menjaga jarak dan norma keselamatan sesuai pedoman COVID-19 baik di bandara maupun saat di dalam pesawat," kata juru bicara maskapai tersebut.

“Kelompok tersebut berulang kali diberi pengarahan tentang protokol keselamatan yang harus diikuti oleh awak kabin dan disarankan untuk mengikuti protokol yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara termasuk pembatasan fotografi dan videografi."

"Meskipun ada permintaan dan peringatan berulang kali, para penumpang tidak mengikuti pedoman COVID-19 dan maskapai mengambil tindakan yang sesuai sesuai aturan," imbuh juru bicara tersebut.

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Sejak April, India telah melihat lonjakan kasus infeksi COVID-19 yang telah mencapai lebih dari 400.000 setiap hari.

Beberapa negara bagian telah memberlakukan penguncian yang ketat selama enam minggu terakhir karena India menderita gelombang penularan COVID-19 yang menghancurkan yang telah menyebabkan lebih dari 120.000 kematian.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved