Ditipu Israel, 80 Pejuang Hamas Terkubur di Terowongan Bawah Tanah

Selasa, 25 Mei 2021 - 17:46 WIB
loading...
Ditipu Israel, 80 Pejuang...
Wilayah Jalur Gaza, Palestina, saat dibombardir militer Israel pada 11 Mei 2021. Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
A A A
TEL AVIV - Sekitar 80 milisi pejuang Hamas tewas terkubur di terowongan bawah tanah di Gaza, Palestina , akibat pemboman udara oleh jet tempur Israel selama perang 11 hari lalu. Mereka masuk terowongan setelah militer Zionis mengumumkan invasi pasukan darat yang ternyata tipuan.

Tim pencari Palestina di Gaza menggali terowongan yang diledakkan militer Zionis untuk mengevakuasi para para pejuang yang terkubur.

Baca juga: Yisroel Weiss, Rabi Yahudi yang Sebut Israel Monster dan Harus Dihapus dari Peta

Di tengah-tengah pertempuran 11 hari lalu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) men-tweet bahwa operasi udara dan darat sedang berlangsung.

Percaya bahwa mereka diserang dari pasukan darat Israel, para pejuang Hamas bersenjata berat bergegas masuk terowongan sehingga mereka bisa menyerang pasukan Zionis.

Tetapi segera setelah mereka memasuki terowongan bawah tanah, militer Zionis Israel melancarkan serangan udara besar-besaran, menghancurkan terowongan dengan bom penghancur bungker dan ledakan lainnya.

Beberapa saat setelah tweet IDF Israel diunggah, tweet itu kemudian dihapus, dalam misi penipuan besar-besaran yang mengumpulkan para pejuang Hamas dalam jumlah besar sehingga mereka dapat diserang.

Pada Senin (24/5/2021), tim pencari Palestina di Gaza masih berusaha menjangkau sisa-sisa pejuang yang terkubur di dalam terowongan ketika penduduk setempat menghitung kerugian akibat aksi saling serang rudal 11 hari.

Di Israel, seorang sumber mengatakan kepada The Mirror: “Sekarang dipercaya sekitar 80 terbunuh, banyak di antaranya masih terkubur jauh di bawah tanah."

"Pada saat itu diyakini operasi penipuan telah menargetkan sebanyak 200 orang, tetapi tampaknya 80 adalah hitungan terbaru, dari intelijen yang dikumpulkan di Gaza," ujar sumber tersebut yang dilansir Selasa (25/5/2021).

Gencatan senjata antara militan Hamas Gaza dan Israel telah memasuki hari kelima pada hari ini. Militer Zionis telah mengancam akan membalas dengan kekuatan penuh jika kelompok perlawanan Palestina itu melanggar gencatan senjata dengan melepaskan tembakan roket.

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 248 orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, tewas selama perang 11 hari.

Israel mengatakan pihaknya menewaskan sedikitnya 225 militan selama pertempuran itu.

Hamas belum memberikan angka korban bagi para pejuangnya, tetapi juga diyakini sebanyak 12 komandan seniornya tewas dalam serangan udara Zionis.

Hussan Abu Harbeed, seorang veteran komandan Jihad Islam Palestina juga tewas dalam serangan udara Zionis.

Di Israel, menurut layanan medisnya, ada 12 orang yang tewas termasuk dua anak.

Operasi pembersihan di dalam Gaza akan menelan biaya ratusan juta poundsterling, sebagian besar berasal dari Mesir dan dan sumbangan negara lainnya.

Mesir dilaporkan telah menjanjikan setidaknya 350 juta poundsterling untuk pembangunan kembali Gaza.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina adalah "solusi dua negara."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved