Terenyuh Anak-anak Dibom Israel, Askar Ciptakan Lagu Palestina yang Viral
Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Gambar tersebut menggambarkan anak-anak bermain layang-layang, bersenang-senang, dan pada saat yang sama, anak-anak di Palestina dikelilingi oleh tank tempur dan ketakutan akan nyawanya karena perang.
"Saya juga punya foto Muhammad al-Durra yang lain, foto yang mereka ambil saat dia di pangkuan ayahnya. Foto-foto ini, mereka tidak pernah meninggalkan saya, sejujurnya...Dua puluh satu tahun kemudian saya tahu persis bagaimana perasaan saya, dan menurut saya itu hal yang sehat untuk dilakukan, diekspresikan dalam bentuk seni,” imbuh dia.
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Askar mengatakan dia memiliki perasaan campur aduk atas jutaan penayangan video lagunya di media sosial. Dia mendapat puluhan ribu pengikut di Instagram.
"Setelah semua perasaan kewalahan untuk mendapatkan perhatian, dan mendapatkan keterlibatan serta mendapatkan penayangan, sekarang saya merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena sekarang saya memiliki platform orang-orang yang peduli tentang penyebabnya dan saya harus terus berbagi, dan terus lakukan yang terbaik," ujarnya.
"Karena hanya ini yang ada di tangan saya sebagai pembuat konten, untuk terus menyebarkan pesan, terus menginformasikan kepada orang-orang, dan semoga pesan ini dapat menyebar ke seluruh negara dan masyarakat, yang diharapkan pada akhirnya akan menekan pemerintah mereka untuk melakukan sesuatu," imbuh Askar.
"Untuk pertama kalinya, saya merasa orang tidak hanya bergantung pada saluran berita atau outlet berita untuk mengetahui satu sisi dari cerita yang dirumuskan. Sekarang mereka dapat melihat sendiri, dan itulah mengapa ini adalah peluang besar. Jadi itulah yang kita semua harus terus lakukan, terus sebarkan pesannya," sambung Askar.
Dia juga mengirim pesan kepada para pemimpin dunia untuk Palestina. "Berhenti mendukung Israel, dan memberi mereka uang untuk membeli lebih banyak senjata, karena mereka melihat apa yang mereka lakukan dengan senjata sekarang, dan saya tidak percaya mereka bertindak buta terhadapnya. Ini sangat, sangat jelas bagi dunia. Ini bukan konflik. Ini bukan dua tentara yang berperang bersama jadi tidak dihitung sebagai konflik," katanya.
"Dan tentu saja itu adalah klaim yang konyol sehingga mereka mengatakan itu membela diri. Sekali lagi, lihat orang-orang yang sekarat di sisi ini. Ini bukan pembelaan diri. Ini kejahatan demi kemanusiaan, dan saya benar-benar berharap mereka mulai melihat bahwa dunia tidak akan membutakan mereka lagi," paparnya.
"Saya juga punya foto Muhammad al-Durra yang lain, foto yang mereka ambil saat dia di pangkuan ayahnya. Foto-foto ini, mereka tidak pernah meninggalkan saya, sejujurnya...Dua puluh satu tahun kemudian saya tahu persis bagaimana perasaan saya, dan menurut saya itu hal yang sehat untuk dilakukan, diekspresikan dalam bentuk seni,” imbuh dia.
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Askar mengatakan dia memiliki perasaan campur aduk atas jutaan penayangan video lagunya di media sosial. Dia mendapat puluhan ribu pengikut di Instagram.
"Setelah semua perasaan kewalahan untuk mendapatkan perhatian, dan mendapatkan keterlibatan serta mendapatkan penayangan, sekarang saya merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena sekarang saya memiliki platform orang-orang yang peduli tentang penyebabnya dan saya harus terus berbagi, dan terus lakukan yang terbaik," ujarnya.
"Karena hanya ini yang ada di tangan saya sebagai pembuat konten, untuk terus menyebarkan pesan, terus menginformasikan kepada orang-orang, dan semoga pesan ini dapat menyebar ke seluruh negara dan masyarakat, yang diharapkan pada akhirnya akan menekan pemerintah mereka untuk melakukan sesuatu," imbuh Askar.
"Untuk pertama kalinya, saya merasa orang tidak hanya bergantung pada saluran berita atau outlet berita untuk mengetahui satu sisi dari cerita yang dirumuskan. Sekarang mereka dapat melihat sendiri, dan itulah mengapa ini adalah peluang besar. Jadi itulah yang kita semua harus terus lakukan, terus sebarkan pesannya," sambung Askar.
Dia juga mengirim pesan kepada para pemimpin dunia untuk Palestina. "Berhenti mendukung Israel, dan memberi mereka uang untuk membeli lebih banyak senjata, karena mereka melihat apa yang mereka lakukan dengan senjata sekarang, dan saya tidak percaya mereka bertindak buta terhadapnya. Ini sangat, sangat jelas bagi dunia. Ini bukan konflik. Ini bukan dua tentara yang berperang bersama jadi tidak dihitung sebagai konflik," katanya.
"Dan tentu saja itu adalah klaim yang konyol sehingga mereka mengatakan itu membela diri. Sekali lagi, lihat orang-orang yang sekarat di sisi ini. Ini bukan pembelaan diri. Ini kejahatan demi kemanusiaan, dan saya benar-benar berharap mereka mulai melihat bahwa dunia tidak akan membutakan mereka lagi," paparnya.
(min)
Lihat Juga :