Penembakan Massal Guncang Kanada, Pelaku Bantai 13 Orang

Senin, 20 April 2020 - 07:43 WIB
loading...
Penembakan Massal Guncang...
Para petugas polisi Kanada yang terlibat dalam perburuan pelaku penembakan massal di Nova Scotia, Minggu (19/4/2020). Foto/REUTERS/John Morris
A A A
PORAPIQUE - Penembakan massal mengguncang wilayah Nova Scotia, Kanada. Seorang pria bersenjata membantai 13 orang secara acak, termasuk seorang perwira, di beberapa lokasi.

Royal Canadian Mounted Police (RCMP), kepolisian Kanada, mengatakan pelaku pembantaian sudah tewas selama perburuan besar-besaran. Penembakan massal berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat, di saat negara itu sedang menghadapi pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.

Pelaku penembakan massal diidentifikasi oleh polisi sebagai Gabriel Wortman. Usianya 51 tahun. Dia beraksi di daerah pedesaan dekat kota Portapique.

Heidi Stevenson, seorang veteran dari RCMP dan seorang ibu dari dua anak, terbunuh dalam merespons penembak aktif. Seorang petugas RCMP lain berada di rumah sakit dengan cedera yang tidak mengancam jiwa.

Menurut polisi, secara keseluruhan sebanyak 13 orang kehilangan nyawa mereka. Namun, polisi memperingatkan bahwa kemungkinan ada lebih banyak korban jiwa karena penyelidikan masih berlangsung.

"RCMP mengatakan para petugas yang menanggapi penggilan telepon 911 tadi malam menemukan banyak mayat di dalam dan di luar rumah tempat mereka dihubungi," kata jurnalis Mercedes Stephenson, kepala biro Ottawa untuk Global News melalui akun Twitter-nya, @MercedesGlobal, Senin (20/4/2020).

Keterangan jurnalis itu mengutip petugas operasi kriminal RCMP di Nova Scotia, Chris Leather. Polisi mengatakan pria bersenjata sudah tidak ada di lokasi ketika para petugas polisi tiba.

Masih menurut polisi, pelaku melakukan beberapa pembunuhan di bagian utara provinsi Nova Scotia. "Jika Anda melihatnya, hubungi 911. Jangan mendekati," kata RCMP di Twitter pada Minggu pagi waktu setempat."Tersangka bersenjata dan berbahaya."

Pengejaran dilakukan di sepanjang salah satu jalan raya tersibuk di provinsi itu dan berakhir di dekat sebuah pompa bensin sekitar 35 kilometer di utara Halifax menjelang tengah hari. Menurut Leather, pria bersenjata itu sudah tewas, namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut penyebab kematiannya, meski ada baku tembak antara pelaku dan polisi.

"Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kami," kata Menteri Utama Nova Scotia, Stephen McNeil.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Aneh tapi Nyata, Anjing...
Aneh tapi Nyata, Anjing Menembak Seorang Wanita di AS
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Gempa Dahsyat Guncang...
Gempa Dahsyat Guncang Turki dan Suriah, Ribuan Orang Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved