Diam-diam, Inggris Latih Pasukan Keamanan Palestina untuk Lindungi Israel

Sabtu, 22 Mei 2021 - 00:03 WIB
loading...
Diam-diam, Inggris Latih...
Pasukan keamanan Palestina membubaskan unjuk rasa di Hebron, Tepi Barat, 14 Desember 2018. Foto/REUTERS
A A A
TEPI BARAT - Inggris saat ini secara diam-diam membantu melatih dan mengembangkan pasukan keamanan Palestina di Tepi Barat untuk mencegah "potensi tumpahan kekerasan ke Israel ".

Informasi itu terungkap dalam penyelidikan oleh Declassified UK.

“Program Kapabilitas, Akuntabilitas, Keberlanjutan, dan Inklusivitas itu bertujuan memberikan dukungan dan pelatihan kepada pasukan keamanan Otoritas Palestina agar mereka lebih mampu ketika menghadapi ancaman terhadap Israel yang berasal dari Tepi Barat,” ungkap laporan Declassified UK, dilansir Memo.

Baca juga: Baru Berdamai, Netanyahu Sudah Tebar Ancaman untuk Hamas

“Promosi kerja sama keamanan dengan Israel juga menjadi tujuan,” papar Declassified UK.

Baca juga: Baru Gencatan Senjata, Polisi Israel Kembali Serang Jamaah di Masjid Al-Aqsa

Berdasarkan catatan dan statistik yang diperoleh dari permintaan kebebasan informasi, investigasi menemukan bahwa program tersebut membuat para pembayar pajak Inggris mengucurkan 3,3 juta poundsterling tahun lalu.

Baca juga: Pemimpin Dunia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Hamas

Ini setelah dana 2,3 juta poundsterling yang dialokasikan Kementerian Pertahanan Inggris pada 2017-2018 untuk "Tim Dukungan Inggris" yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat.

Pendanaan tersebut pada gilirannya bersumber dari Dana Konflik, Keamanan, dan Stabilitas (CSSF) lintas pemerintah senilai 1,3 miliar poundsterling.

CSSF adalah anak usaha dari departemen pemerintah Inggris yang bertujuan meningkatkan stabilitas di berbagai kawasan dengan mendanai proyek-proyek yang tidak berdampak langsung pada keamanan nasional Inggris.

“Tim yang melatih pasukan keamanan Palestina terdiri dari tujuh personel militer dari Angkatan Darat Inggris dan Royal Air Force yang dipimpin seorang brigadir,” papar Declassified UK.

“Satu dokumen yang terkait dengan program tersebut mencatat dukungan Inggris semacam itu telah berlangsung selama tujuh belas tahun, dan sebenarnya bertujuan mengurangi potensi ancaman keamanan bagi Inggris dengan menangani dugaan ekstremisme di wilayah pendudukan,” ungkap Declassified UK.

Namun, menurut dokumen program, tujuan jangka panjang dari pelatihan ini adalah meletakkan dasar bagi solusi dua negara dan mempersiapkan pasukan keamanan negara Palestina di masa depan, proses yang telah lama diklaim Inggris untuk didukung.

"Inggris mendukung reformasi sektor keamanan Palestina karena PASF (Pasukan Keamanan Otoritas Palestina) yang cakap adalah prasyarat untuk solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina," papar dokumen itu lebih lanjut.

Meskipun Otoritas Palestina secara umum dipandang sebagai badan politik sah yang mewakili warga Palestina di Tepi Barat, setelah pembentukannya pada 1994 setelah Kesepakatan Oslo, terdapat kekhawatiran yang meluas mengenai korupsinya, kurangnya legitimasi politik dari Presiden Mahmoud Abbas (yang masa jabatan resminya seharusnya berakhir pada 2009) dan koordinasi keamanannya dengan Israel.

Penyiksaan tahanan Palestina oleh PA juga telah didokumentasikan dengan baik.

Laporan oleh Declassified UK juga merinci program keamanan Whitehall lainnya di wilayah tersebut, termasuk pembuatan dan distribusi kendaraan militer untuk Otoritas Palestina dan pasukan Yordania, serta dukungan dan pelatihan ekstensif untuk pasukan keamanan Lebanon yang menangani pengungsi Palestina di kamp pengungsi PBB di Lebanon.

Meskipun Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Inggris mengklaim bahwa operasi semacam itu bertujuan melawan pengaruh kelompok-kelompok seperti Hizbullah, proyek-proyek di bawah CSSF semuanya memiliki tujuan yang sama untuk mencegah perlawanan Palestina dan "kekerasan ekstremisme " agar tidak tumpah ke Israel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved