Pandemi Covid-19 Tekan Angka Kriminalitas di Dunia
Senin, 20 April 2020 - 06:10 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
CHICAGO - Pandemi Covid-19 ternyata membuat dunia sedikit lebih aman dari sebelum wabah terjadi. Angka kriminilitas di seluruh dunia dilaporkan mengalami penurunan di saat pemerintah negara-negara menerapkan kebijakan ketat untuk menghalau penyebaran lebih lanjut Covid-19.
Di Chicago, salah satu kota paling kejam di Amerika Serikat (AS), penangkapan terkait kasus narkoba merosot 42 persen sejak kota itu mengalami penguncian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Alasan dari penurunan itu, menurut beberapa pengacara kriminal, adalah bahwa pengedar narkoba tidak punya pilihan selain menunggu.
"Umpan balik yang saya dapatkan adalah mereka tidak dapat bergerak, untuk menjual apa pun di mana saja," kata Joseph Lopez, seorang pengacara kriminal di Chicago, seperti dilansir Al Arabiya.
Secara keseluruhan, kejahatan Chicago menurun 10 persen setelah pandemi melanda, sebuah tren yang terjadi secara global ketika kota-kota melaporkan penurunan kriminal yang mencengangkan sejak langkah-langkah diberlakukan untuk memperlambat penyebaran virus.
Rodney Phillips, seorang mantan anggota geng di Chicago yang sekarang bekerja sebagai mediator konflik mengatakan, sementara penangkapan sedang menurun, penjualan narkoba terus berlanjut, dengan para pedagang kemungkinan dipaksa untuk mengubah strategi mereka.
"Orang-orang ini sudah menghadapi kemiskinan dan kematian di daerah-daerah ini. Mereka mungkin menjual lebih banyak secara online sekarang. Tetapi, mereka tidak akan menyerah hanya karena virus Corona," ucapnya.
Pusat penyebaran virus d AS, yakni New York, yang menyaksikan kejahatan besar seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, perampokan, penyerangan, pencurian besar dan pencurian mobil, angka kejahatan berkurang 12 persen dari Februari hingga Maret.
Di Chicago, salah satu kota paling kejam di Amerika Serikat (AS), penangkapan terkait kasus narkoba merosot 42 persen sejak kota itu mengalami penguncian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Alasan dari penurunan itu, menurut beberapa pengacara kriminal, adalah bahwa pengedar narkoba tidak punya pilihan selain menunggu.
"Umpan balik yang saya dapatkan adalah mereka tidak dapat bergerak, untuk menjual apa pun di mana saja," kata Joseph Lopez, seorang pengacara kriminal di Chicago, seperti dilansir Al Arabiya.
Secara keseluruhan, kejahatan Chicago menurun 10 persen setelah pandemi melanda, sebuah tren yang terjadi secara global ketika kota-kota melaporkan penurunan kriminal yang mencengangkan sejak langkah-langkah diberlakukan untuk memperlambat penyebaran virus.
Rodney Phillips, seorang mantan anggota geng di Chicago yang sekarang bekerja sebagai mediator konflik mengatakan, sementara penangkapan sedang menurun, penjualan narkoba terus berlanjut, dengan para pedagang kemungkinan dipaksa untuk mengubah strategi mereka.
"Orang-orang ini sudah menghadapi kemiskinan dan kematian di daerah-daerah ini. Mereka mungkin menjual lebih banyak secara online sekarang. Tetapi, mereka tidak akan menyerah hanya karena virus Corona," ucapnya.
Pusat penyebaran virus d AS, yakni New York, yang menyaksikan kejahatan besar seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, perampokan, penyerangan, pencurian besar dan pencurian mobil, angka kejahatan berkurang 12 persen dari Februari hingga Maret.
Lihat Juga :