Partai Demokrat Berencana Blokir Penjualan Senjata ke Israel

Kamis, 20 Mei 2021 - 05:16 WIB
loading...
Partai Demokrat Berencana...
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez. Foto/Anadolu
A A A
WASHINGTON - Kelompok progresif Partai Demokrat di DPR Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu memperkenalkan langkah untuk memblokir penjualan amunisi presisi dipandu yang diusulkan senilai USD735 juta ke Israel .

Anggotakelompok progresif Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, memelopori resolusi ketidaksetujuan bersama dengan perwakilan Mark Pocan dan Rashida Tlaib.

Mereka berusaha untuk melarang penjualan senilai USD735 juta yang diusulkan, sebagian besar terdiri dari apa yang dikenal sebagai Joint Direct Attack Munitions, yang mengubah "bom bodoh" menjadi senjata berpemandu presisi.

“Selama beberapa dekade, AS telah menjual miliaran dolar persenjataan ke Israel tanpa pernah mengharuskan mereka untuk menghormati hak-hak dasar Palestina. Dengan melakukan itu, kami secara langsung berkontribusi pada kematian, perpindahan dan pencabutan hak jutaan orang," kata Ocasio-Cortez dalam sebuah pernyataan.

"Pada saat begitu banyak orang, termasuk Presiden Biden, mendukung gencatan senjata, kita seharusnya tidak mengirimkan persenjataan 'serangan langsung' ke Perdana Menteri Netanyahu untuk memperpanjang kekerasan ini," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (20/5/2021).

Presiden AS Joe Biden sebelumnya menyetujui penjualan itu pada 5 Mei lalu, tetapi serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza telah mendorong beberapa rekannya dari Partai Demokrat untuk sangat menentangnya.

Baca juga: Ngeri, Biden Setuju Jual Senjata Presisi ke Israel Senilai Rp11 Triliun

Langkah tersebut hampir pasti akan gagal dengan periode peninjauan Kongres untuk penutupan penjualan pada hari Jumat. Namun menurut kantor Ocasio-Cortez anggota Kongres masih dapat menghentikan atau mengubah penjualan setelah periode peninjauan berakhir hingga titik pengiriman.

Meski begitu, ini akan berfungsi sebagai isyarat simbolis dari oposisi yang tumbuh terhadap bantuan militer AS untuk Israel di kalangan Partai Demokrat.

Biden mengatakan kepada Netanyahu selama panggilan bilateral sebelumnya pada hari Rabu bahwa dia mengharapkan Israel untuk menurunkan serangan militernya di Jalur Gaza dalam jalan menuju gencatan senjata, kata Gedung Putih.

Netanyahu, bagaimanapun, tampaknya telah mengesampingkan permintaan presiden AS, mengatakan tak lama kemudian bahwa dia tetap bertekad untuk melanjutkan serangan. Netanyahu mengatakan serangan itu akan bergerak maju untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan ke Israel, menurut pernyataan dari kantornya.

Menurut Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza hingga Rabu setidaknya 227 warga Palestina telah tewas, termasuk 64 anak-anak dan 38 wanita, dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei.

Dua belas orang juga tewas di Israel akibat tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.

Baca juga: Pesan Menohok Bocah Palestina kepada AS: Setop Beri Senjata Pada Israel
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved