Pertama Kalinya, Negara Arab Terpecah untuk Mengutuk Israel Bombardir Gaza

Rabu, 19 Mei 2021 - 00:12 WIB
loading...
Pertama Kalinya, Negara...
Negara-negara Arab yang telah memperbaiki hubungan dengan Israel seperti UEA, Bahrain, Maroko dan Sudan memilih bungkam atas serangan di Jalur Gaza. Foto/Al Jazeera
A A A
RIYADH - Ketika Isrel dan Hamas semakin mendekati perang habis-habisan, pertempuran baru untuk narasi sedang terjadi di antara negara-negara Arab . Untuk pertama kalinya dalam banyak bentrokan antara kedua musuh, negara-negara Arab terpecah tentang siapa yang harus disalahkan dan apa yang harus dilakukan untuk menghentikan pertempuran.

Sementara beberapa negara dengan mayoritas Muslim, seperti Turki dan Iran, menuduh Israel melakukan tindakan provokasi di Masjid Al-Aqsa dan melakukan kekejaman di Gaza , negara Arab lain cenderung menahan diri.

Negara-negara yang berdamai dengan Israel pada tahun terakhir pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump relatif "hening" dan menjadi pembawa standar dari apa yang disebut sebagai Perjanjian Abraham.

Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maroko, dan Sudan, yang semuanya baru-baru ini menormalkan hubungan dengan Israel, sekarang menemukan diri mereka menyeimbangkan hubungan baru mereka dengan warga yang telah vokal dalam kemarahan mereka atas kekerasan Israel.



Pengamat Israel dan Palestina mengatakan reaksi yang berbeda terhadap putaran pertempuran ini telah menempatkan beberapa kekuatan regional dalam posisi yang sulit dengan penduduk mereka sendiri.

"Sungguh luar biasa, dalam posisi penolakan terhadap Emirat khususnya, bahwa mereka tidak mengeluarkan satu kritik pun tentang apa yang terjadi di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki," kata Chris Doyle, direktur Dewan untuk Pemahaman Arab-Inggris (CAABU).

“Ini mengirimkan sinyal dari kepemimpinan Emirat bahwa kami tidak akan terombang-ambing dari aliansi yang berkembang dengan Israel ini, yang mereka anggap berharga untuk rencana masa depan; ini termasuk melawan Iran, Turki dan kelompok Ikhwanul Muslimin," imbuhnya.

“Ada banyak ruang untuk membuat pernyataan yang sangat mendukung hak-hak rakyat Palestina, tanpa mendukung Hamas. Dan mereka belum melakukannya," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (19/5/2021).

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
Israel Ingin Rebut Wilayah...
Israel Ingin Rebut Wilayah yang Lebih Luas, Hamas Siap Melawan
4 Negara Mayoritas Islam...
4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
Siapa Uday Rabie? Warga...
Siapa Uday Rabie? Warga Palestina yang Berani Mendemo Hamas hingga Diculik serta Disiksa hingga Tewas
Meme Trump dan Penguin...
Meme Trump dan Penguin Viral Setelah AS Kenakan Tarif Pada Pulau Tanpa Penduduk
Negaranya Dilanda Gempa...
Negaranya Dilanda Gempa Tewaskan 3.100 Orang Lebih, Pemimpin Myanmar Kunjungan Luar Negeri
Rekomendasi
Update Arus Balik Lebaran,...
Update Arus Balik Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Macet Parah
Urai Kepadatan Arus...
Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran, Menteri PANRB Terapkan FWA untuk ASN
Fokus Danantara di Tahun...
Fokus Danantara di Tahun Pertama, Saksikan di One On One bersama Pandu Sjahrir Malam Ini
Berita Terkini
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
57 menit yang lalu
Siapa Haitham bin Tariq?...
Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
2 jam yang lalu
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
3 jam yang lalu
Siapa yang Jadi Pemenang...
Siapa yang Jadi Pemenang dalam Perang Dagang?
4 jam yang lalu
Siapa Sultan Hassanal...
Siapa Sultan Hassanal Bolkiah? Raja Brunei yang Punya Koleksi Ribuan Mobil
5 jam yang lalu
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
6 jam yang lalu
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved