Bahrain Bongkar Jaringan Pencucian Uang Iran Senilai Rp19 Triliun

Rabu, 19 Mei 2021 - 08:33 WIB
loading...
Bahrain Bongkar Jaringan...
Seorang warga menghitung uang kertas Iran di Teheran. Foto/REUTERS
A A A
MANAMA - Kejaksaan Agung Bahrain menyatakan jaksa penuntut umum telah membongkar jaringan pencucian uang senilai USD1,3 miliar (Rp19 triliun) yang terkait pejabat di Future Bank dan lembaga Iran lainnya, termasuk bank sentralnya.

Jaksa Agung Bahrain Ali bin Fadl Al-Buainain mengatakan dugaan pelanggaran terjadi antara 2008 dan 2012.

“Al-Buainain mengatakan pejabat Bank Masa Depan, bersama pejabat bank Iran lainnya dan Bank Sentral Iran, terlibat dalam transfer uang melalui sistem pengiriman uang yang tidak sah,” ungkap laporan Al Arabiya.

Baca juga: Brutalnya Pemboman Israel, 42.000 Warga Gaza Mengungsi dan Terlantar

Para pejabat itu menyembunyikan sumber dana untuk memungkinkan bank-bank termasuk Bank Melli Iran dan Bank Saderat Iran, menyelesaikan transfer yang seharusnya diblokir.

Baca juga: Penderitaan Rakyat Gaza Tak Berujung, Krisis Air dan Listrik Kian Parah

Al-Buainain menuduh Future Bank dan pemegang saham pengendali terlibat dalam pelanggaran sistematis dan meluas terhadap hukum perbankan di Bahrain.

Baca juga: Para Pekerja Italia Ogah Memuat Pengiriman Senjata Bertujuan Israel

Saat ini Iran menghadapi sanksi Amerika Serikat (AS) yang melumpuhkan sistem keuangannya sehingga menyulitkan Teheran melakukan transaksi internasional.

Sektor minyak Iran juga lumpuh akibat sanksi AS yang diterapkan kembali di era pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Respons Purbaya Soal...
Respons Purbaya Soal Risiko Money Laundering di Patriot Bond, Sumber Dana Tak Akan Diutak-Atik
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved